Warga Lintasan Truk Kayu Siosar Sesalkan Sikap PT.DRM

Warga Desa Portibi Tembe Ketika Mengadakan Musyawarah Soal Sikap Pihak PT. DRM Baru-Baru ini di Jambur (Balai) Desa Portibi. Foto MP / Johay S.

TANAH KARO-METROPUBLIKA |Ratusan warga Desa Portibi Tembe, Kecamatan Merek,Kabupaten Karo, Sumut, Senin, (9/4/2018), menyesalkan sikap PT. Dewantara Radja Mandiri selaku pihak pemenang penebangan kayu pinus siosar  tahap II (Dua) yang mengumbar janji palsu perbaikan jalan yang rusak akibat lintasan truk pengangkut kayu.

Hal ini terungkap dari D Sinaga (43), SP Munthe (45), LD Girsang, (50), D Girsang, (54), P Simanjorang (46), dan sejumlah ibu-ibu rumah tangga, Senin Malam, (9/4/2018), di Jambur (Balai) Desa, usai mengadakan rapat warga terkait kesepakatan memperjelas janji palsu perbaikan jalan rusak yang sebelumnya diumbar pihak PT.DRM.

Dijelaskan sejumlah warga, bahwa jauh sebelumnya penebangan kayu pinus siosar untuk tahap II (Dua),  pihak PT. DRM berjanji akan memperbaiki jalan rusak di lingkup desanya akibat lintasan truk kayu muatan berat. Tap sampai saat ini, kata warga, pihak PT.DRM sama sekali tidak menghiraukan tagihan masyarakat.

“Beberapa bulan lalu, kami sudah adakan komplein terhadap perusahaan, tapi mereka mengabaikan keluhan kami. Awalnya kami sangat yakin akan janjinya karena sepengetahuan kami izin mereka sah dari pihak Dirjen Kementerian Kehutanan Republik Indonesia  melalui Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara berkantor di Medan.

Tapi, setelah PT DRM meraup keuntungan besar, mereka lupa akan nasib kami terkait kondisi jalan yang sudah hancur babak belur. Begitu juga dengan pihak pengawas Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, mereka sama sekali tidak peduli dengan kondisi kami. Padahal kami sangat mengetahui ulah PT. DRM tentang penebangan kayu di siosar,” ujar warga satu persatu.

Lanjut warga, dalam penebangan kayu hutan pinus siosar, pihak PT. DRM dituding telah menipu Negara dan membohongi warga. Pasalnya, pihak PT. DRM dituding keras berlanjut menebang kayu di siosar yang semestinya untuk tahap III (Tiga) peruntukan lahan pertanian dan hunian para korban erupsi Gunung Sinabung.

Terbukti, tuding warga lagi, untuk penebangan tahap III (Tiga), luas lahan hutan pinus diperkirakan hanya tinggal lebih kurang 200 Hektar. Sementara, informasi yang kami ketahui bahwa luas hutan pinus yang bakal ditebang di siosar untuk tahap III seluas 480,11 Hektar. Melihat fakta lapangan, pihak PT. DRM sudah selayaknya diperiksa pihak terkait.

“Jadi, kami berharap, agar pihak Kehutanan Provinsi Sumut dan pihak Kementerian Kehutanan RI segera meninjau lahan dan mengukur luas lahan yang mau ditebang untuk tahap III (Tiga). Karena, hutan pinus itu merupakan hutan negara (Hutan Produksi). Kalau pengolahannya tidak jelas, hal itu sama dengan membohongi rakyat,” kesal warga.

Mengetahui pernyataan warga Portibi Tembe, warga lainnya yang bermukim seputaran hutan pinus siosar, seperti warga Desa Nagara Kecamatan Merek dan warga Merek, masing-masing, Apendi Munthe, (55), TU Girsang, (45), turut mengecam sikap PT. DRM yang disinyalir  telah membohongi Negara dan mencekik hak-hak rakyat.

“Dikaji dari situasi lapangan, pihak PT. DRM sudah terlalu sadis, karena mereka tega membohongi rakyat. Coba kalian lihat di area siosar sana, masih banyak tumpukan potongan kayu berukuran 2 M yang sudah busuk. Padahal, kalau itu langsung dijual sudah lumayan pajaknya yang bisa dipergunakan negara untuk keperluan rakyat. Situasi ini harus diusut tuntas,” tutup warga. (Red-01/Johay S/ Randy S/Fir M/Tim Sus).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *