Viral di Facebook, Oknum Kabid Sekap dan Aniaya Wartawan Diruangan BPBD Karo

METROPUBLIKA.COM | Edi Surbakti, jurnalis media online Inti Pos yang bertugas di Kabupaten Karo mengaku telah menjadi korban penyekapan dengan kekerasan berawal dari ruang kerja Bendahara BPBD Karo dan di tarik secara paksa ke kamar mandi oleh tiga oknum ormas (Organisasi Masyarakat) mengaku dari Pospera berinisial GS, RS dan JS disaksikan dua orang Staff BPBD dan juga disaksikan Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kab. Karo, Natanail Perangin-angin.

Menurut penuturan Edi kepada METROPUBLIKA.com di kantor PAC Pemuda Pancasila, Kecamatan Kabanjahe, Minggu 10/06/2018 sekira Pukul 13.30 Wib mengatakan, pasca penyekapan berujung penganiayaan yang dialaminya pada pertengahan September 2017 lalu telah membuat dirinya trauma psikologis dan merasa was-was disaat beraktivitas menjalankan tugas control social nya, terlebih-lebih jika berada dan berurusan dengan BPBD Karo.

“Secara psikologis saya trauma saat itu, terlebih jika ada urusan mau konfirmasi nasib pengungsi ke BPBD, saya tidak pernah merasa nyaman dan selalu was-was takut terulang kembali hal yang sama. Itu penyebab utama sehingga penyekapan itu saya ungkap, saya yakin bahwa Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Karo aktor penyekapan itu,” terang Edi Surbakti.

Ungkap Edi lebih lanjut, menurutnya bahwa penyekapan yang dialaminya persis ketika dirinya bersama rekan wartawan dan LSM mendatangi BPBD Karo guna konfirmasi terkait sumber dana atas keberangkatan bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama sejumlah oknum Ormas Pospera mengatasnamakan kepentingan pengungsi dari empat (4) desa yakni, Desa Berastepu, Kuta Gugung, Sukanalu dan Desa Sigarang-garang di dampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karo, Martin Sitepu serta Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Karo, Natanail Perangin-angin.

“Satu hari sebelumnya Kabid Logistik sudah tahu kalau saya dan rekan-rekan mau konfirmasi. Karena beliau sendiri yang mengarahkan agar kami menemui Bendahara BPBD terkait berapa jumlah pengungsi yang di ikutsertakan berangkat ke Jakarta menemui Kepala Staff Kepresidenan (KSP),” ungkapnya.

“Ketika memasuki ruang kerja bendahara BPBD, Kabid Logistik sudah berada disana dan secara tiba-tiba dari belakang saya masuk pula tiga orang mengaku sebagai oknum Pospera langsung menguncikan pintu ruangan,” bebernya.

Amatan METROPUBLIKA pasca Edi Surbakti melalui akun facebook miliknya bernama Orrindo memposting status atas peristiwa penyekapan itu langsung di respon pemilik akun facebook bernama Nail Perangin-angin dan akun facebook Esta Habeahan. (komentarnya lihat seperti gambar screenshoot di bawah ini).

Reporter : Sempurna Pasaribu

 

 

Komentar Esta Habeahan

 

 

Facebook Comments

1 comment

  1. Pingback: Tiket Pesawat Bupati Karo Beserta Rombongan Diduga Sebagai Pemicu Kabid BPBD Aniaya Wartawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *