Tiket Pesawat Bupati Karo Beserta Rombongan Diduga Sebagai Pemicu Kabid BPBD Aniaya Wartawan

METROPUBLIKA | Penyekapan dan penganiayaan yang dialami wartawan di salah satu ruangan BPBD Karo bermula dari upaya konfirmasi terkait sumber dana atas keberangakan Bupati Karo dengan sejumlah petinggi BPBD Karo dan turut sertanya oknum-oknum Pospera mengatasnamakan kepentingan dari Empat Desa pengungsi Gunung Api Sinabung untuk menemui Staff Presiden Joko Wododo di Jakarta.

Adapun ke Empat desa yang mengaku diwakili Pospera yaitu desa, Sigarang-garang, desa Sukanalu Teran, desa Kuta Tonggal dan desa Mardingding.

BACA : Viral di Facebook, Oknum Kabid Sekap dan Aniaya Wartawan Diruangan BPBD Karo

Selain Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan sejumlah oknum-oknum Pospera, keberangakan ke Istana Negara mengatasnamakan kepentingan pengungsi turut juga Empat orang anggota DPRD Kabupaten Karo dan Empat orang Kepala Desa, Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Karo, Martin Sitepu beserta sejumlah Kepala Bidang BPBD Karo tanpa membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan masyarakat pengungsi.

Sementara untuk mengetahui secara pasti dari mana sumber dana, apakah bersumber dari APBN T.A 2017 atau APBD Karo T.A 2017 belum ada pihak SKPD Pemkab Karo yang bersedia menjawab konfirmasi yang diajukan wartawan.

Sedangkan untuk biaya tiket pesawat, uang saku dan biaya penginapan semua peserta yang turut dalam perjalanan mengatasnamakan kepentingan warga pengungsi Gunung Api Sinabung diperkirakan mencapai kurang lebih Rp.500.000.000,00.

Begitu pula ketika Kalak BPBD Karo, Martin Sitepu dikonfirmasi berapa jumlah pengungsi yang di ikutsertakan serta bersumber dari mana dana perjalanan berangkat ke Istana Negara sampai saat ini belum juga mendapat jawaban.

Reporter : Sempurna Pasaribu

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *