SMP Negeri 1 Berastagi Terima Siswa SK-P Bodong

METROPUBLIKA |Siswa pengguna Surat Keterangan Pindah (SK-P) domisili orang tua untuk mengikuti Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) T.P 2018/2019 melalui sistem offline (luring) di SMP Negeri 1 Berastagi terungkap.

Terungkapnya ada siswa pengguna SK-P Bodong berawal dari penelusuran Tim LSM dan wartawan terkait pendaftaran peserta didik baru yang mana kami melihat tidak sedikit kejangalan sebagai pemicu pertanyaan, sistem apa sebenarnya digunakan dalam PPDB tahun ini.

SK-P yang dikeluarkan Lisma Sembiring selaku Kepala Desa Bukit, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo bernomor; 470/43/SK-P/BKT/2018 dan bernomor; 470/94/SK/BKT/2018 serta satu lembar fotocopy Kartu Keluarga (Draft) No.1206142604120xxx.

“Fotocopy draft kartu keluarga dan SK-P yang diterbitkan Lisma Sembiring ini lah yang dipergunakan siswi berinisial AG masuk melalui jalur sosial,” beber Ketua LSM Panji Demokrasi, Chici Ardy melalui juru bicara Tim investigasi gabungan, Anderson Sembiring kepada wartawan, Selasa (17/7/2018) di kantin Dinas Pendidikan Kab. Karo, Jalan Veteran No 45 Kabanjahe.

Lanjutnya, selain SK-P palsu yang ditemukan di SMP Negeri 1 Berastagi, menurutnya, mereka juga telah memiliki bukti-bukti penyimpangan pada saat penerimaan PPDB 2018 seperti hal nya di SMP Negeri 1 Kabanjahe, SMP Negeri 1 Tiga Panah dan SMP Negeri 3 Berastagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Dr. Drs. Eddi Surianta, M.Pd dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (17/7/2018) mengatakan sedang dinas luar sembari mengarahkan agar menemui Kabid SMP, Sugianta Ginting terkait pertanyaan yang diajukan wartawan.

Facebook Comments

3 comments

  1. Pingback: 28 Siswa SMP Negeri 1 Berastagi Tidak Naik Kelas

  2. Pingback: Terkait SK-P Bodong, Kadisdik Karo : Jika Terbukti Akan Kita Keluarkan

  3. Pingback: Gencar Diberitakan, Kepsek SMP Negeri 1 Berastagi Kunjungi Rumah Siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *