‘Rampas’ Hak, KCBI Warning Kepsek SMA 2 Kabanjahe

LANDRO SIREGAR & GAPURA SMA N 2 KABANJAHE
Aktifis Koordinator Wilayah Daerah Sumut Dan NAD LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI), Landro Siregar (Kiri) dan Foto Gapura SMA Negeri 2 Kabanjahe, Karo, Sumut. Foto MP | MH Metodius M.

TANAH KARO-METROPUBLIKA |  Aktifis Koordinator Wilayah Daerah (Korwilda) Sumut dan  Aceh – NAD Lembaga Sawdaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (LSM KCBI), Landro S, Sabtu, (12/6/2018), bakal melakukan aksi demo jika Kepsek SMA Negeri 2 Kabanjahe, Bastaria S, tidak mengembalikan dugaan rampasan dari ortu siswa. 

 

Dikatakan, pihaknya akan membuka secara blak-blakan segala bentuk indikasi korupsi dan metode aksi rampas hak-hak seluruh orangtua siswa-siswi pelajar SMA Negeri di Karo, terutama yang diduganya dilakoni Kepala Sekolah SMA Neg 2 Kabanjahe, Kabupaten Karo, Prov. Sumatera Utara, Bastaria Sinulingga, M.Pd hingga berujung air mata orangtua siswa.

 

“Kondisi ini masuk kategori perampasan hak warga NKRI secara murni, karena Kepsek SMA N 2 Kabanjahe, Bastaria S, tega menahan raport  anak pelajar dengan modus tunggakan cicilan hutang. Tunggakan dan kesepakatan apa yang telah menjadi perikatan sah secara hukum berlaku antara pihak sekolah dengan seluruh orangtua siswa-siswi pelajar disini.

 

Betapa sakitnya perasaan orangtua serta betapa hancurnya moral anak-anak generasi negeri ini karena dipertontonkan di depan umum tidak mengetahui kenaikan kelas secara tertulis dalam raport karena aksi buruk pihak sekolah. Silahkan lihat itu bang, anak dan orangtua harus menangis pilu merenungi kondisi ekonominya akan tuntutan pribadi kepsek itu.

 

Gilak bener ini bah. Jangan-jangan seluruh pejabat di Sumut ini terutama pihak Disdik Propsu menganggap kita samua masyarakat yang sangat bodoh dan tidak paham aturan berlaku. Kita sangat mengetahui dan sangat paham kok segala kebijakan di dunia pendidikan,” beber Siregar, saat penerimaan Raport siswa, Sabtu, (9/6/2018) di SMA N 2 Kabanjahe.

 

Landro Siregar secara serius menegaskan, jika Kepsek SMA Negeri 2 kabanjahe tidak segera menyerahkan seluruh hak siswa, seperti “Raport” termasuk pengembalian sesuatu yang dianggapnya telah dirampas dari orangtua pelajar melalui modus-modus yang terpantau batal demi hukum selama ini, maka pihaknya dinyatakan akan segera membuat tindakan.

 

Dirinya berjanji, jika tuntutan pihaknya tidak segera direspon, maka, Landro beserta rekan-rekannya dari LSM yang ada di Sumut, termasuk sejumlah aktifis Mahasiswa asal Tanah Karo,  orangtua pelajar di Karo, khususnya dari SMA Negeri 2 Kabanjahe, akan mendesak pihak sekolah agar memperjelas realisasi kutipan dan kegunaan dana bantuan selama ini.

 

“Ada kurang lebih 20 orang orangtua siswa yang menteskan air mata saat ini, (Sabtu, 9/6/2018), hanya dilatarbelakangi motif tunggakan hutang yang diciptakan para mafia konsep rampok. Tatanan itu dinyatakan system yang paling haram karena konsepnya menggunakan kecerdasan untuk mengimplementasikan aksi perampasan demi kepentingan pribadi.

 

Dalam minggu ini, kita bakal mengusulkan aksi demo sekalipun suasana libur nasional. Karena aksi kejahatan oleh pihak berkepentingan tidak mengenal waktu, kapan saja bisa terjadi dan sewaktu-waktu bisa terungkap akibat faktor-faktor kondisi. Jeritan dan tangisan rakyat sejatinya direspon kilat aparat sama halnya menyikapi kondisi iklim politik saat ini.

 

Karena kepentingan politik belum tentu kepentingan rakyat, tapi, kepentingan rakyat banyak, 100% bagian uatama dari tujuan politik di NKRI. Kondisi seperti ini dapat dikategorikan “Darurat System” karena dampaknya sangat fatal dari sisi “Moral” yang berpotensi merongrong pondasi NKRI. Diketahui,  jika “Pengetahuan” dan “Iman” dipermainkan, sama hal nya menabur benih kehancuran.

 

Justru itu sangat sangat berharap sikap tanggap pihak Aparat secara Cepat, Tepat agar kepsek Pucat dan segera Tobat , sehingga Nikmat Manfaat nyata di tengah Rakyat. Karena penerapan dan penegakan aturan itu bukan semata bersifat musiman. Perlu disadari, kunci azas Demokrasi adalah “Kesadaran” dan minimnya kesadaran dilandasi rendahnya ilmu pengetahuan. Jadi, “Analisis After Before” harus sinkron,” pinta Siregar.

 

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala SMA Negeri 2 Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumut, Bastaria S, M.Pd, oleh kru www.metropublika.com, Rabu, (13/6/2018), sekira pukul 06. 11 Wib, soal statement oknum aktifis LSM dan Mahasiswa/i, melalui pesan singkat (SMS) menyatakan bahwa dirinya tidak melayani konfirmasi melalui pesan singkat.

 

“Selamat pagi, saya tidak melayani konfirmasi via pesan singkat (SMS-Red),” tulis Kepsek SMA N 2 Kabanjahe, Bastaria Sinulingga M.Pd, Rabu, (13/6/2018), sekira pukul 06.25 Wib, dalam pesan singkatnya sebagai balasan konfirmasi yang telah terkirim sebelumnya. (MH Metodius /Randy S/ Julman Syahril Selian/Fir HM/Timsus/pur/Redaktur Pelaksana).

Facebook Comments

1 comment

  1. Pingback: LSM KCBI “Desak” Kepsek SMA 2 Kabanjahe Kembalikan Dugaan ‘Rampokan’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *