Wartawan Metropublika.com Julman SP ketika mewawancarai Kepala Puskesmas Berastagi dr Rahmenda S Brahmana. Foto / Mendrat M

Pusat kesehatan masyarakat kota Berastagi “Krisis” Air Bersih

Puskesmas Berastagi “Krisis” Air Bersih

METROPUBLIKA-BERASTAGI | Sejumlah pasien Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Berastagi,
Kec   Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Senin, (14/1/2018), mengeluhkan minimnya ketersediaan
air bersih. Hal ini mencuat karena pasien dan keluarga harus membeli air mineral (aqua botol) sebelum
masuk toilet.

 

terlihat keruh. Padahal gedungnya tampak mewah dan toiletnyapun masuk kategori berstandar
internasional serta puskesmas di Daerah Tujuan Wisata (DTW) ini telah menerima pasien rawat inap.

 

Coba bayangkan, untuk keperluan saat buang air kecil dan buang air besar saja kita harus membeli air
mineral kemasan botol, belum lagi untuk keperluan lainnya.

Sementara, sumber mata air di seputaran Berastagi ini tergolong besar, tapi perhatian pengelolanya
terkesan minim,” ujar keluarga pasien bermarga purba.

JANGAN LEWATKAN : Panpel DPD PERSADA Karo Buktikan Keampuhan Kebersamaan

Lanjutnya, dirinya mengaku sangat heran dengan cara pendistribusian air bersih di kota sejuk
area wisata kelas internasional tersebut.
Karena sepengetahuan pasien, sumber air milik bulangnya (kakeknya-bermarga purba)
yang dikelola pihak pemerintahan Provinsi Sumut itu, dinyatakan non stop mengucur deras.

 

Sementara, tabung penampung dan komponen pendistribusian air yang berada di area kota
berastagi hanya berjarak kurang lebih 50 Meter dari Puskesmas tempat keluarganya dirawat inap.
Justru itu, keluarga pasien mengherankan tatanan pemerintahan sumut dalam menyikapi kondisi
instansi pelayanan umum.

 

Sementara itu, Kepala Puskesmas Berastagi dr Rahmenda Br S Brahmana, ketika disambangi Metropublika.com
Senin, (14/1/2018) di ruang kerjanya, mengakui bahwa akhir-akhir ini, kondisi Puskesmas
Berastagi mengalami krisis air bersih sehingga situasi tersebut menjadi keluhan serius keluarga
pasien dan petugas.

 

Dikatakan Rahmenda, faktor krisis air bersih tersebut karena dalam 1 (satu) Minggu (7 hari),
pihak pemerintah sumut  berkantor di sebelah Puskesmas hanya 2 (dua) kali mengucurkan air bersih.
Menurutnya, debit air yang diterima masih diragukan hanya untuk kebutuhan pihaknya yang
bertugas berjumlah 66 orang.

 

Belum lagi kebutuhan pasien dan keperluan lainnya, ketus dr Rahmenda. Beliau juga
menjelaskan bahwa situasi tersebut sudah pernah dilaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Namun, pasca laporan tersebut, air mengucur sesuai harapan terhitung  hanya selama  2 (dua) hari.

 

“Kondisi ini sepele, tapi hal itu dapat menjadi rintangan serius bahkan jadi beban bagi kami dalam menjalankan
tupoksi. Terkadang, kondisi seperti inilah yang luputdari pemahaman saudara-saudara kita masyarakat luas,
sehingga mau tidak mau kami harus legowo menerima imbasnya.

 

Saya sangat berharap agar pihak-pihak terkait dapat menentukan solusi akan kondisi yang dapat
berdampak luas ini, terlebih-lebih kota kecil ini merupakan daerah tujuan wisata.

Perlu juga kita pahami, bahwa dalam menghadapi warga yang sedang sakit sangat jauh beda dengan
orang yang normal (sehat).

BACA JUGA : Yuk Ke Sapo Juma, Spot Terbaik Anda Untuk Selfie

Justru itu, dalam kesempatan ini, kami segenap petugas Puskesmas Berastagi, memohon maaf
terhadap seluruh warga Kecamatan Berastagi atas kekurangan dan keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Kami akui, masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mewujudkan pelayanan yang ekstra
sebagaimana harapan warga. Tapi kami yakin,  hal itu akan segera kami upayakan tuntas berkualitas,”
ucap Rahmenda.

 

Pada kesempatan itu, dr Rahmenda S Brahmana juga mengucapkan terimakasih atas pengertian
keluarga pasien yang mengaku bermarga purba (karo-karo). Semoga penjelasan keluarga pasien
itu menjadi refrensi bagi seluruh pihak berkompeten dalam menentukan solusi guna kepentingan
masyarakat luas. (Julman Syahril P -Fitriana S S.Pd / Red-01 L@ms).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *