“Penerima Fiktif” Pupuk Subsidi Petani Karo Terkuak

Nama Almarhum AG masih terlihat dalam data Simluhtan Tahun 2017 dan 2018 sebagai penerima pupuk subsidi pemerintah. Foto MP / Lamhot Situmorang Pande.

TANAH KARO-METROPUBLIKA|Penelusuran “Tim 2 Jari” terkait metode penyaluran berbagai jenis bantuan pihak  pemerintah terutama pupuk subsidi yang akhir-akhir ini dikelukan sejumlah warga petani Desa Simolap, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Sumut, semakin mengidikasikan bahwa kondisi tersebut suatu potret konsep sengaja pihak tertentu demi sesuatu.

Faktanya, pasca terungkapnya dugaan pembodohan warga petani Simolap terkait penyetopan pendisitribusian pupuk  subsidi oleh pihak terkait berdalih keterlambatan permohonan RDKK, belakangan ini terkuak lagi bahwa salah seorang penerima  pupuk subsidi dari kelompok tani “Lembo” Tahun 2017 dan 2018 itu, diinformasikan telah meninggal dunia 2 (Dua) tahun lalu di Desa Simolap.

BACA JUGA Klik———->> TIM 2 JARI UNGKAP KELUHAN PETANI SIMOLAP KARO

Info terbaru diterima “Tim 2 Jari”bersama sejumlah Wartawan, Selasa, (24/4/2018), melalui Phone Seluler Bendahara Pimpinan Anak Cabang Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (PAC AMPI) Kecamatan Tigabinanga,Kab Karo, Sumut Anna Br Sebayang, mengaku terkejut ketika mengetahui Almarhum AG masih menerima pupuk subsidi selama 2 tahun belakangan ini sesuai data Simluhtan.

“Ketika saya membacakan nama-nama kelompok tani lembo sebagai penerima pupuk subsdidi 2017 dan 2018 sesuai data Simluhtan melalui ponsel, oknum kader AMPI beserta warga lainnya sangat terkejut mendengar nama Almarhum berinisial AG. Loh, AG masih ikut menerima, itukan sudah meninggal 2 tahun lalu,” ujar Dates  S mengulangi perkataan Anna S Bendahara AMPI Tigabinanga.

Lanjut Dates, dirinya mengucapkan mohon maaf terhadap keluarga besar Almarhum AG, karena yang bakal dicuatkan bukan semata mengungkit kesedihan internal keluarga, melainkan mengungkap hasil penelusuran secara tranfaransi sesuai fakta-fakta yang ditemui. Dikatakan, pihak penerima subsdidi yang dituding warga telah meninggal bernama Arap Ginting, NIK : 1206081074 00027.

BACA JUGA Klik——->> JPKP Dan KCBI TELUSURI INFO PEMBODOHAN PETANI KARO

Kode Desa : 121103013, Kode Kecamatan : 1211030, berbaur dalam Kelompok Tani Lembo dan berbaur dalam wadah Gapoktan “Sada Nioga”, Luas Lahan 1 Ha dan Komoditas 2. Oknum Tim 2 Jari ini menjelaskan bahwa data penerima di Simluhtan terlihat tidak ada perbedaan, antara Tahun 2017 dengan Tahun 2018 yang dinayatakan pihak Distan Karo hal itu sesuai hasil Tim lapangan.

“Berdasarkan fakta-fakta lapangan, Tim kita sudah menyimpulkan bahwa dalam penyaluran berbagai jenis bantuan ke Desa Simolap Karo, terutama Pupuk Bersubsidi peruntukan para kelompok tani Simolap terpridiksi “Cacat Prosedur” yang  dampaknya kerugian bagi petani desa. Dalam hal ini, pihak-pihak berkompeten dari pihak pemerintah Kab Karo sangat diharap segera menyikapinya.

Pada kesempatan ini, kami atas nama Tim 2 Jari, sebelumnya mohon kemakluman hati rekan-rekan dan mitra kami di Dinas terkait jika nantinya berujung pada proses hukum. Terus terang, permasalahn ini sudah merupakan keluhan serta tangisan warga selama 2 tahun belakangan ini. Jadi, untuk penuntasannya kami tetap komitmen menyerahkan penuh ke pihak warga Simolap,” ketus Dates.

Lanjutnya, Tim nya memohon agar seluruh warga Tanah Karo yang mengalami tekanan dalam segala sisi, terutama pada sektor pertanian, kesehatan, pengurusan administrasi, keluhan pelayanan pendidikan, serta interpensi pimpinan dalam tugas bagi ASN dan segala bentuk apapun yang memberatkan rakyat agar melaporkan ke layanan SMS kami di 0813 764 764 11, atas nama “Tim 2 Jari ”.

Terkhusus untuk pihak warga Desa Simolap yang mengeluhkan beberapa item jenis bantuan serta realisasi penggunaan anggaran dari Pemerintah, kami berharap tetap sabar mengahadapi situasi. Sebenarnya, konsep yang akan dilancarkan sesuai rancangan pimpinan Tim, menganut metode “Simbiosis Mutualisme” bersifat  tanpa harus mendiskriditkan pihak manapun. (Red-01-Lamhot Situmorang/Randy S/Jul/Lians Firman HM/Spr).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *