Oknum Poldasu “Lumpuhkan” Bius Sabu

KOMITMEN
Bripka Pol Hesron Barus (Personil Brigadir Yanma Poldasu-Pakai Dinas Brimob) dan Marleni Br Ginting, Mengapit Foto Sejumlah Korban dan Kurban Narkoba Jenis SABU, Sebagai Lambang Komitmennya Penyelamatan Korban Darurat Narkoba di Indonesia, Khususnya Di Sumut, Terutama di Kabupaten Karo. Foto MP | Lamhot Situmorang Pande.

TANAH KARO-METROPUBLIKA | Setelah 9 (Sembilan) tahun kedasyatan reaksi Narkoba meluluhlantakkan tatanan kehidupan dalam tugas dan keluarga, akhirnya, Bripka Pol Hesron Barus, merupakan oknum personil Brigdir YanMa (Pelayanan Markas) Polda Sumut, tercatat berhasil melumpuhkan cengkraman bius maut Narkoba jenis “sabu-sabu”.

 

“Puji syukur kepada Tuhan, saya sudah 100% steril dari jeratan maut bius Narkoba jenis sabu-sabu yang selama ini telah menyiksa kehidupanku dan keluarga. Justru itu, dalam kesempatan ini saya mohon maaf sebesar-besarnya buat seluruh rakyat NKRI, terutama bagi kedua orangtua saya termasuk keluarga kecilku yang telah turut menjadi korban situasi ini.

 

Lewat media ini, permohonan maaf juga saya haturkan terhadap seluruh rekan-rekan tugas lesting (Angkatan) “XX”NN ZZ (Nine Nine Zero Zero), SPN Cisarua Polda Jawa Barat, Brimobda Kalimantan Barat, Polres Tanah Karo yang secara tidak langsung telah turut bagian dari korban beban moral dampak sikap yang saya lakoni dalam menjaga reputasi Polri.

 

Teristimewa, saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pimpinan saya Kapolda Sumut, Bapak Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, pimpinan tertinggi kami, Kapolri, Bapak Jenderal Pol. Prof. Drs. M. Tito Karnavian, MA, Ph. D, serta yang terhormat Presiden RI Ke-VII, Bapak Ir.H. Joko Widodo,” ujar Bripka Hesron Barus, Selasa,  (29/5/2018), di rumah orangtuanya, Desa Barusjahe, Karo, Sumut.

 

Sebagai alasan ucapan maaf terlebih dahulu terhadap rakyat, karena disadarinya bahwa “Sumpah Polri”  yang terucap olehnya telah dicederai kedasyatan dosis sabu, hingga harapan rakyat sebagaimana tersirat dalam UU yang ditekankan para pimpinan Polri untuk dilakukan justru berbalik gagang akibat efek negatif narkoba beberapa tahun belakangan ini.

 

Namun, dibalik semua kekecewaan yang timbul akibat keterjerumusannya dalam arus narkoba selama bertahun-tahun, dirinya bersumpah akan berupaya menyelamatkan seluruh masyarakat terutama pihak Polri yang telah terkontaminasi bius maut narkoba jenis sabu-sabu. Dijelaskan, hal itu merupakan JANJI’nya dengan Tuhan`nya saat pemulihan dirinya.

 

Secara akal sehat, kata Hesron Barus, tidak ada manusia berkeinginan hidupnya hancur, keluarganya berantakan, nama baiknya redup atau dengan kata lain tidak ada manusia menginginkan dirinya terjangkit suatu virus penyakit. Menurut Hesron B, manusia yang terjerumus arus narkoba tergolong manusia pemilik kadar iman dan mental dibawah standart.

 

“Justru itu, hemat saya, menangkap dan memenjarakan seorang pengguna narkoba, merupakan suatu tindakan sia-sia belaka. Apalagi menyertai bentakan dan tonjokan terlebih-lebih menaruh hukuman hingga masa waktu hitungan tahunan, tindakan itu kategori ‘Fitnah Besar-Besaran’. Saatnya kita peka menyikapi dosis sabu yang “Cerdik”dan “Licik”.

 

Kita ketahui, bahwa konsep “licik” itu merupakan tatanan setan yang cendrung muaranya menghancurkan kehidupan secara perlahan. Saya mampu menyimpulkan ini, karena saya merupakan ex objeknya ataupun mantan korban kelicikan setan.  Namun, saat ini saya ucapkan Puji Tuhan, karena saya masih diberikan kesempatan oleh Tuhan, oleh pimpinan untuk pembaharuan kehidupan.

 

Jika dirunut dari kelakuan, layaknya saya ditembak 12 pas dan dibuang ke tong sampah. Karena selama ini, saya telah menyusahkan seluruh pihak yang berkaitan dengan hidup saya, seperti kedua orangtua, teman, pimpinan, adik, rekan tugas, family, pokoknya bagi siapa saja yang merapat pasti sudah turut percikan susah,” ujar Hesron B sambil mengusap wajahnya.

 

Namun, dibalik keterpurukan, kesedihan, kepedihan, ucap sosok ex prajurit  Brimobda Kalimantan Barat (Kalbar) yang pernah menerima penghargaan “Satya Lencana Darma Nusa” dari Presiden SBY Tahun 2004 dan piagam penghargaan dari Mabes Polri melalui Irjen Pol Drs. H. Jusuf Manggabarani Tahun 2002 itu, mengaku sangat mensyukuri situasi saat ini.

 

Faktanya, disaat dirinya ibarat hidup sekarat, justru dirinya dijadikan tuhan sebagai objek Mujizat yang dinilai suatu hal luar biasa yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya. Terbukti, istrinya, Marleni Br Ginting (36) yang seharinya wajib berurusan dengan efek negatif narkoba jenis sabu, justru mendadak mampu melepaskan lilitan bius narkoba itu dari tubuh suaminya Bripka Pol Hesron.

 

Anggota dari AKBP Muksin Siregar (Ka.Yanma) itu menjelaskan, bahwa kata kunci penyelamatan yang dilakoni istrinya Marleni adalah “Kemauan”.  Sekronis apapun seseorang itu, tukasnya, jika masih ada niat selamat, maka, aksi proses penyembuhan oleh Tim yang dikendalikan Leni diyakini tuntas dan berkualitas hanya dalam waktu 30 Hari atau 1 bulan.

 

Sukiman Barus, (60), didampingi istri Samisara Br Ginting merupakan ayah dan ibu kandung Bripka Pol Hesron Barus, kepada sejumlah Wartawan, Selasa, (29/5/2018), membenarkan semua paparan Bripka Hesron. Awalnya, kedua orangtuanya itu mengaku sangat terkejut ketika mengetahui informasi yang dinyatakan sangat melegakan hati mereka.

 

Sesuatu yang dinilai benar-benar anugerah Tuhan, pasca penyelamatan putera sulungnya sekitar 4 bulan lalu, Marleni menantunya, langsung bergerak dengan anaknya Bripka Pol Hesron Barus beserta Tim yang terbentuk, memulihkan 3 oknum warga karo yang tergolong telah kronis akan kontaminasi narkoba jenis sabu. Upaya yang dilakoni Tim saat itu dinyatakan berhasil 100 persen.

 

Oknum relawan DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP-Ex Jokowi Presidenku) Kabupaten Karo itu mengaku bakal bekerjasama dengan wadah yang dinaungi`nya guna melancarkan aksi penyelematan masyarakat yang telah terkontaminasi narkoba. Hal itu dinyatakan sudah menjadi kewajiban anak dan menantunya termasuk Tim 2 Jari.

 

Marleni Br Ginting (40), saat diwawancarai, Selasa, (29/5/2018), di Barusjahe, Karo, siap menjalankan komitmen Tim 2 Jari dalam konteks penyelamatan korban peredaran Narkoba jenis sabu-sabu. Namun, pakar penyelamatan korban dari kontaminasi bius narkoba jenis sabu itu menyatakan bahwa pihaknya bakal sekaligus menuntaskan pengaruh bius jahat tersebut di internal Tim.

 

“Sejak pemberitaan ini, Tim sosial kami telah resmi menerima pasien yang bakal dirawat inap di tempat yang telah kami sediakan. Namun, untuk informasi selanjutnya silahkan berkoordinasi dengan  Humas Tim, Lamhot Situmorang Pande, HP : 0813 764 764 11, (WA), Email : lamhotsitumorang1 @gmail.com,  Instagram : Lams_Situmorang, Twter : @Lamhot Situmor14.

 

Secara pribadi, saya Marleni Ginting, sangat menyadari keterbatasan fasilitas untuk memberikan pelayanan bagi warga yang berkeinginan lepas dari cengkraman dosis narkoba sabu. Namun perlu kami jelaskan, bahwa memang benar segalanya harus pakai Uang tapi Uang tidak segalanya bagi kami,” ujar Leni diamini Daniel Perangin-angin, Sami S Br Ginting, July Barus. (Red 01-L@mhot Situmorang Pande/Julman/Firman HM/Randy Sinuraya/Sempurna/Buns Gaol).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *