LSM KCBI “Desak” Kepsek SMA 2 Kabanjahe Kembalikan Dugaan ‘Rampokan’

TANAH KARO-METROPUBLIKA |Ketum LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Joel Barus Simbolon, S.Kom Senin, (25 / 6 / 2018), menyatakan pihaknya telah menyarankan jajaran Koordinator Wilayah (Korwil) Daerah Sumut dan Aceh, segera mendesak Kepsek SMA N 2 Kabanjahe, Bastaria Sinulingga, M.Pd, mengembalikan hak ortu pelajar.

“Tidak ada alasan, semua hak-hak orangtua siswa-siswi pelajar di SMA Negeri 2 Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus segera dikembalikan Kepsek kepada orangtua siswa. Adapun yang diduga telah dirampok Kepsek Bastaria Sinulingga adalah hak orangtua pelajar yang sejatinya mendapatkan pendidikan gratis, justru dibebankan uang setoran.

 BACA JUGA ——————–> KLIK—>  ‘RAMPAS’ HAK, KCBI “WARNING” KEPSEK SMA 2 KABANJAHE

Ini sudah kita tekankan kepada Ketua Pimpinan Pusat Kordinator Wilayah Daerah (PP Korwilda) Sumut dan Aceh NAD, LSM KCBI, Rudi Surbakti, beberapa hari lalu agar segera menyusun konsep dan strategi khusus berkaitan pengembalian seluruh hak-hak orangtua pelajar di Sumut dan Aceh, terutama ortu pelajar SMA 2 Kabanjahe yang diduga telah ditipu.

Jadi, kita telah mempercayakan kepada Tim Khusus KCBI untuk melakukan tindakan sesuai peraturan berlaku di NKRI. Kalau soal konsep dan strategi apa yang bagaimana bakal diterapkan, itu hak paten mereka selama masih dalam koridor hukum,” ujar Ketum KCBI Joel B Simbolon, via telepon genggamnya kepada kru metropublika.com, Senin,(25/6/2018).

Sementara itu, Ketua PP Korwilda Sumut dan Aceh LSM KCBI, Rudi Surbakti, didampingi Sekretaris Lamhot LHS Pande dan Bangun B Silalahi, SPR, MR. Landro Siregar, Ismail Sinuraya, AMK, Ferry Singarimbun, SE, beserta Suang T Surbakti, Senin, (25/6/2018), mengamini pernyataan pimpinannya berkaitan dugaan aksi perampokan terhadap para ortu pelajar.

Dikatakan, terungkapnya segala dugaan aksi perampasan hak orangtua pelajar SMA Negeri 2 Kabanjahe,Karo, tersebut berawal dari pembagian raport pelajar di sekolah pada bulan lalu. Pada saat itu, kata M.Rudi S, Kepala Sekolah menahan raport puluhan siswa-siswi pelajar SMA Negeri 2 Kabanjahe, berdalih bahwa hutang sejumlah orangtua belum dibayar.

Dituturkan Rudi, setelah pihaknya menelusuri, ternyata tunggakan itu berupa kutipan uang komite dan uang LKS yang angkanya cukup fantastis. Nominalnya, ungkap Rudi, hingga mencapai Milyaran rupiah, padahal kegunaannya tidak real untuk peningkatan mutu pendidikan.Rudi berkilah bahwa system itu akan diusut tuntas hingga muncul benar dan salah.

“Dalam hal ini, kami seluruh jajaran LSM KCBI yang ada di Sumatera Utara dan Aceh, telah komitmen mendesak Kepala SMA Negeri 2 Kabanjahe, Bastaria Sinulingga, M.Pd, agar mengembalikan segala hak -hak orangtua siswa/i pelajar yang disinyalir telah dirampas melalui “Modus Kesepakatan”  yang dibuat oleh Komite Sekolah dengan pihak SMA Negeri 2.

Berketepatan, Bastaria Sinulingga, M.Pd, merupakan Ketua Musyawarah Kepala Kepala Sekolah (MKKS), seluruh SMA Negeri se Kabupaten Karo. Jadi, harapan kami, lewat aksi yang telah kami rancang, beliau (Bastaria) dapat memberikan contoh positif yang “Pro Rakyat” terhadap seluruh Kepala Sekolah lainnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Karo ini.

Dalam penelusuran ini,  kami benar-benar tekad mengungkap tuntas setuntas-tuntasnya aksi tipu muslihat pihak SMA Negeri 2 Kabanjahe. Siapapun tidak bisa menghalangi rencana pengembalian dugaan uang rampokan yang bernilai “M” tersebut. Hal ini bagian pembuktian lancarnya pungli,” tutup Rudi Surbakti.(Rial Tarigan/ M. Metodius M/Pur/Randy S/Hendra Gt/Tim Sus Mitra Komando).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *