LSM KCBI dan Diskoperindag Karo Bekali Pengungsi

METROPUBLIKA TANAH-KARO |Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab.Karo bekerjasama dengan Pimpinan Cabang LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (PC LSM KCBI) Kab.Karo adakan pelatihan kerajinan produksi rumah tangga jenis bunga hias dan ukiran kayu selama 3 (tiga) hari berturut-turut terhadap warga Relokasi Siosar, Merek, dimulai Senin, (8/8/2016) sekira pukul 08.00 Wib, di Hotel Suite Pakar, Kecamatan Berastagi, Karo, Sumut.

Acara pelatihan yang diikuti 30 peserta asal tiga Desa (Simacem, Bakerah dan Suka Meriah) tersebut dibuka oleh Kadis Koperindag Karo Ir.Mulia Barus melalui Sekretaris Ariady SH MH, didampingi Ketua Panitia Pelaksana Efendy Sitompul, Ketua LSM KCBI Karo Rudi Surbakti, Camat Berastagi diwakili Tomas serta Instruktur pelatihan pembuatan berbagai motif bunga hias berbahan dasar sampah plastik dan limbah kayu.

 

Acara pembukaan kegiatan diwarnai penyerahan secara simbolis alat perangkai bunga hias berupa Gunting, Chin Saw mini, Selotape, Floral Tape, Tang Potong, Kawat, serta bahan tambahan yang bakal digunakan dalam pelatihan oleh Sekretaris Diskoperindag, Ketua LSM KCBI Karo, Instruktur (Nara Sumber) serta Ketua Panita kepada masing-masing perwakilan kelompok peserta.

Pada kesempatan itu, Ariady SH MH berharap agar selama dalam pelatihan, seluruh peserta dapat menekuni dengan sungguh-sungguh konsep yang diterapkan instruktur. Beliau juga menjelaskan, bahwa kerajinan tangan tersebut bakal diupayakan menjadi karya produktif sebagai tambahan pendapatan selain bertani. “Metode marketing hasil kerajinan ini akan kita konsep melalui koperasi yang akan dibentuk di tiap-tiap desa,” ujarnya.

Senada dengan paparan Ketua LSM KCBI Kab.Karo Rudi Surbakti selaku pihak penggagas terealisasinya kegiatan. Rudi berpesan agar kegiatan tersebut tidak dijadikan warga sebatas aktivitas yang muaranya hanya mengharapkan uang transportasi dari relokasi siosar. Tapi, beliau menekankan agar fokus dalam mengikuti setiap tahapan teori yang dijelaskan instruktur pelatihan.

Surbakti juga menjelaskan agar peristiwa erupsi Gunung Sinabung jangan lagi dianggap sebagai peristiwa yang memilukan hingga membuat warga tinggal di relokasi siosar. Tapi Rudi menyarankan agar seluruh warga pengungsi sinabung dan warga siosar kiranya berkenan menganggap bahwa situasi yang dihadapi adalah suatu ‘jembatan’ untuk menuju paradigma baru yang diwarnai kehidupan lebih maju.

“Penjelasan saya ini sangat ril dan mungkin inilah rencana tuhan. Contoh kecil, sebelumnya (sebelum peristiwa erupsi) kita tidak pernah berbaur di dunia koperasi, kita tidak pernah mengetahui yang namanya kerajinan tangan, tidak memahami metode pertanian dengan system Hidrophonik, tidak pernah bertatap muka dengan pejabat-pejabat tinggi dari jakarta termasuk para menteri, bahkan bapak Presiden.

Terlebih-lebih tidak pernah menikmati arti dan nilai sebuah kebersamaan dalam hidup dengan tatanan rumah bercorak sama, konsep pertanian yang sama. Tapi setelah adanya situasi sedih yang kita alami, kita sudah merasakan istilah pemerataan hak dari pemerintah pusat atas kebijakan Presiden kita Bapak Ir.H Joko Widodo walau implementasinya oleh Pemerintah Daerah terkesan abstrak,” pintanya.

Dibalik segala kekurangan itu, ucapnya, warga disarankan agar senantiasa rajin memanjatkan doa kepada sang khalik kiranya pihak-pihak berkompeten sudi menuangkan ketulusan dalam menyikapi pengungsi. Sehingga apa yang sesungguhnya keinginan warga dapat terwujud sesuai harapan.

Dalam kesempatan itu juga, Rudi berharap pihak Pemerintah Karo khususnya Dinas Koperindag senantiasa mendampingi warga hingga pelaksanaan praktek lapangan dalam merangkai berbagai jenis hiasan di pemukiman masing-masing. “Saya berharap agar Bupati Karo berkenan untuk mendampingi warga dalam pelaksanaan praktek lapangan, sehingga dana sebesar Rp.61.000.000 bersumber APBD Karo TA 2016 untuk pelaksanaan pelatihan ini tidak sia-sia,” tutupnya . (RED-01-LAMS)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *