Korban Kriminal Apresiasi Kesigapan Polsek Berastagi

NOPOL DISULAP
Korban Penggelapan Mobil Bermodus “PINJAM SEBENTAR” Lamhot Situmorang Pande Berpose di Mobil Yang Nomor Polisinya Disulap Gordon APS Gembong Maling Yang Sejatinya BK 1223 SI, Menjadi BK 223 S. Foto |MP| Belta Sar Tarigan.

METROPUBLIKA – TANAH KARO | Korban Kriminal dugaan penggelapan mobil, Lamhot Situmorang Pande (41), warga Jln Jamin Gintings, Komplek Merga Silima, Kabanjahe, Jumat (7/9/2018), mengapresiasi kesigapan Kapolsek Berastagi, Kompol Aron Siahaan, SH, melalui Kanit Reskrim Iptu Pol J Munte, dalam mengamankan objek penggelapan jenis mobil.

DITEMUKAN PLAT PALSU
Kanit Reskrim Polsek Berastagi, Iptu Pol J Munte, Menemukan Diduga Plat (Nopol) Palsu Didalam Mobil Yang Digelapkan Gordon Adi Putera Saragih. Foto | Tim Res Pol Berastagi /MP/Jul S.

Sikap gerak kilat personil Satuan Reskrim Polsek Berastagi dipimpin Iptu Pol J Munte terlihat nyata 5 (lima) menit pasca menerima informasi dari pihak korban yang menyatakan bahwa 1 (Satu) unit Mobil jenis Daihatsu Xenia berwana Silver  Nomor Polisi BK 1223 SI yang diduga keras digelapkan Gordon Adi Putera Saragih (37),dengan modus pinjam sebentar, pada Selasa, (14/8/2019) lalu, sedang berada di seputar Lau Gendek Karo.

Walau Gordon telah mengalihkan Nopol (Nomor Polisi), dari No Pol BK 1223 SI, menjadi No Pol BK 223 S, dengan cara mengikis angka 1 dan huruf S dan membuka les merah biru pada sisi body mobil. Namun, mantan Kanit Narkoba Polres Karo Tanah Karo yang didampingi Asdin Situmorang Pande, (51), warga Ex  Jln Kota Cane Kabanjahe,  (Abang Korban), mampu menembus posisi mobil.

Mobil yang juga dibekali Plat (Nopol) Palsu, yakni, BK 1835 QR, Masa Aktif 01.20, diduga demi melancarkan aksi maling dan rampok pada malam hari, ditemukan sedang servis di Bengkel Lau Gendek, Kec Dolat Rayat, Karo, persis samping di tebu manis, Rabu, (5/9/2018) sekira pukul 16.00 Wib. Namun,  gembong  maling jalanan tersebut berhasil lolos, karena Asdin Situmorang yang terlebih dahulu ke TKP langsung menyita kunci kontak.

“Gordon dan dua orang rekannya yang diduga merupakan satu profesinya sebagai maling, langsung kabur ketika abang saya mengambil kunci kontak dari mobil dan langsung menelpon saya. Pada saat itu juga, saya langsung mennghubungi pak kanit Iptu Pol J Munte, karena saat itu saya sedang di luar Tanah Karo. Saya cukup senang dengan kesigapan Kanit, karena 5 menit pasca saya telepon, mereka sudah tiba di TKP.

Hanya saja, Gordon yang saya kenal licin bak belut dan licik bak ular itu berhasil lolos dengan diduga melalui gaya lama. Justru itu saya meminta kepada seluruh warga NKRI, agar waspada dengan sosok Gordon S, dan bila melihatnya, segera lapor ke Polisi terdekat. Dalam kesempatan ini,  saya berharap kepada seluruh  mitra kerja kami baik  dari Polri maupun TNI agar tidak memberikan celah waktu berfikir terhadap Gordon.

Jika kita silap, pasti gawat. Kalaupun Gordon APS mengucapkan kata, seperti, anak saya masih kecil, tolonglah saya pak, mohon jangan dipercaya. Hati-hati, Itu modus belaka, karena rumus pamungkasnya adalah menyentuh moral sehingga apa yang diharapkannya dapat terealisasi. Korban-korban kecilnya sudah bertaburan, hal itulah yang saya sampaikan di SPK Mapolres Karo, pada Minggu lalu, tapi minim respon,” ujar Lamhot S.

Lanjutnya, sebelum Gordon memiliki keleluasaan melancarkan aksi hitamnya menggunakan mobil yang digelapkannya, sekitar 2 minggu lalu, saya bersama abang saya Asdin Situmorang P, sudah melapor SPK Mapolres Tanah Karo, Sumut, dengan membawa persyaratan awal berupa “Surat sewa menyewa antara saya dengan abang saya bermaterai 6000”.

Selanjutnya, ” Foto copy STNK atas nama Asdin Situmorang “ dan ” Resi  pembayaran  iuran  kredit  mobil atas nama Asdin Situmorang” .  Hal  itu saya lakukan mengingat aksi Gordon APS semakin menjadi-jadi. Hal itu dibuktikan warga Desa Suka Julu Kec Barus Jahe sempat melaporkan Gordon, karena diduga telah mencuri bahan-bahan bangunan jenis keramik dan semen.

“Tapi, itulah situasi negeri bumi turang saat ini. Walaupun demikian, saya tetap menghimbau warga Tanah Karo, Sumut, khususnya Pengungsi Sinabung asal Desa Kuta Tonggal,Lau Mangir, agar tetap menyelipkan nama bapak Kapolres Karo, AKBP Beny Hutajulu dan Kasat Reskrim Polres Karo, bpak AKP Ras Maju Tarigan, di dalam doa setiap harinya, sehingga mereka senantiasa diberikan kesehatan serta rezeky yang berlimpah ruah,” tutup Lamhot.

Sementara itu,  Kapolsek Berastagi, Kompol Aron Siahaan,  melalui Kanit  Reskrim Iptu Pol. J Munte, ketika disambangi Metropublika, di Mapolsek Berastagi, Jumat, (7/9/2018), mengamini penjelasan Lamhot Situmorang terkait kronologis pengamanan kenderaan roda empat jenis Daihatsu Xenia warna Silver Nomor Pol BK 1223 SI, pada Rabu (5/9/2019).

“Ya memang benar, bahwa mobil yang diduga kuat digelapkan oknum tertentu, telah kita amankan untuk sementara di kantor, sesuai permohonan korban. Tapi status kenderaan di tempat kita belum diikat bersifat bersifat hukum dampak kriminal. Tapi, sampai saat ini, tindakan yang kita implementasikan masih condong konteks sosial.

Namun, kita telah menyarankan agar pihak korban segera berkoordinasi dengan pihak yang lebih berkompeten. Hal itu telah mengamini diamini korban, karena dinilai suatu saran dan masukan yang kontruktif dari kita. Jadi kita tetap sabar menunggu hasil koordinasi mereka,” ujar Munte yang diketahui putera dari  Ex Ephorus GKPS dan dikenal dekat dengan sejumlah wartawan Tanah Karo tersebut. ( Belta Sar Tarigan / Rendy S / Junasdi P / Ady Milprins / Friendly S).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *