Ketua Donal “Tampik” Tentang Tudingan Tipu Uang

METROPUBLIKA-TANAH KARO |Ketua Donal Gabe warga Medan yang disebut-sebut telah bekerjasama dengan oknum FS, warga Desa Kutambaru, Kec Tiganderket, Karo, Sumut, dalam mengerjakan proyek Disdik Pemko Medan, menampik telah  menipu uang sebesar Rp. 250.000.000 dan Rp. 82.000.000, Warga Negara Asing (WNA), kepada Metropublika, Rabu, (31/1 /2018), pukul 00:50:51, via phone selulernya.

 

Ketua Donal “Tampik” Tentang Tudingan Tipu Uang di desa kutambaru

W. Hidayat (pakai topi) yang merupakan rekan FS (korban), menunjukkan item  kegiatan pada berkas proyek Disdik Pemko Medan, ketika meninjau fisik kegiatan tahun lalu. Foto / Dok MP-FS Cs.

 

“Tidak benar lae, thx konfirmasinya,” tulis Ketua Donal Gabe lewat pesan singkat (SMS)
melalui Hand Phone nya, pasca dikonfirmasi wartawan, seputar dugaan tipuan uang 250
Juta terhadap Ferry S oknum warga terdampak erupsi Gunung Sinabung dan dugaan tipuan
rehab kantor WNA  senilai kurang lebih 82 juta, pada Selasa, (30/1/2018), pukul 22:30:27 melalui pesan singkat.

 

Sementara, Ferry S didampingi saudaranya Simon G alias Satgas, geleng kepala ketika kru Metropublika,
menjelaskan isi pesan singkat Ketua Donal Gabe, Jumat, (2/2/2018), di Medan, Sumut.
Ferry bersama Simon memaklumi pernyataan ketua Donal karena hal itu dinilainya
sesuatu yang wajar apalagi menyangkut sajian publik. “Itu hal wajar bang, apalagi persoalan ini
menyangkut reputasi,” ujar Ferry singkat.

 

Namun, dibalik itu, kata Ferry, ketua Donal juga harus menyadari bahwa saya dan rekan-rekan
termasuk anggota kantor di Medan tidak serendah yang diduga dalam penyerahan uang
berkaitan jalinan kerjasama saat mengerjakan proyek di Disdik Pemko Medan dalam hal
“Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Kantor Dinas Pendidikan Jl Pelita IV, Medan,
dengan pagu dana sebesar Rp. 711.667.000, bersumber dana APBD Kota Medan T.A 2017.

BACA JUGA  : Panpel DPD PERSADA Karo Buktikan Keampuhan Kebersamaan

Lanjutnya, memang benar secara administrasi dalam penerimaan kuasa untuk menggunakan
CV. Global Mandiri, alamat kantor Jl Setia Budi, Komp. Setia Budi Point Blok C No.1 Medan itu,
hanya tertera ketua Donal sendiri. Tapi jangan beliau silap, tukas Ferry, soal penggunaan uang
serta kalimat tatanan bahasa berupa petunjuk “Kerjasama” cukup lengkap kita miliki dan sampai
saat ini tersusun rapi.

 

“Setiap manusia beda-beda cara menguji seseorang dalam hal kesetiaan, kejujuran dan termasuk
jiwa loyalitasnya. Kenapa tidak sedini itu saya mengungkap ini? Karena saya sudah ada
perasaan lain sejak pertengahan pelaksanaan kegiatan yang kami jalin. Terbukti beliau mengelak
dari kenyataan. Terus terang, sampai saat ini saya masih menunggu itikad baiknya.

 

Kalau bersikukuh saling menerapkan metode siraja tega, saya juga siap menganggap uang itu
sebagai uang sekolah dalam mematangkan kehidupan dalam pergaulan. Tapi sebaliknya juga,
ketua Donal Gabe selaku orang tersohor di Sumut dalam organisasi kita diharapkan legowo
untuk menganggap uang yang saya pinjam dari keluarga itu sebagai uang sekolah dalam
pematangan perlakuannya.

 

Selain bukti bukti berupa hasil aplikasi elektronik terkini, berupa rekaman, foto dan sebagainya,
kita juga memiliki bukti otentik jenis resi pengiriman uang ke rekeningnya, termasuk saksi hidup.
Bunyi isi rekening, ada dalam rekaman perangkat Hand Phone yang saat ini telah tersusun rapi.
Saya juga sudah koordinasi dengan keluarga berkaitan data-data pendukung ini,” ujar Ferry S
(Bangun) sembari menunjukkan semua data pendukung.

 

Sedikit beda dengan statemen Simon Ginting alias Satgas, menurutnya hal ini tidak merupakan suatu
permasalahan rumit. Namun, setiap muncul permasalahan tentu kita selaku manusia kembali dan
berpatok ke prinsip dasar hidup, kata satgas.

Simon menjelaskan, selagi masih mereka (Simon dan Ferry)  menganggap ketua itu bagian
dari hidup mereka, maka, suatu kehancuran serius masih diyakini sangat jauh dari masing-masing kehidupan.

 

“Jadi gini dia bang, sampai saat ini, kami masih menganggap beliau (ketua Donal) saudara kami sendiri. Saya kira abang juga faham bagaimana prinsip persaudaraan etnis karo.

Tapi kalau memang beliau sudah benar-benar menganggap kami sampah dan sama sekali tidak
memiliki itikad baik, terus terang bang, kami juga memiliki saudara yang berpengaruh di NKRI
yang sampai saat ini masih bersikap pro kebenaran,” ucap satgas. (Red-01-L@ms/Gons).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *