Kapuskesmas Sp.4 Karo ‘Beralibi’ Soal Dugaan Penyimpangan

==GEDUNG INDAH & ANGKAT SUMPAH==
Gedung Puskesmas Simpang Empat Yang Baru Dibangun Tampak Indah Mengangumkan dan 19 Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Karo Ketika Melakukan Sumpah Jabatan Fungsional Dihadapan Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH. Foto Dok MP/Tim Khusus Investigasi.

TANAH KARO-METROPUBLIKA | Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Simpat Empat,Kabupaten Karo, Sumut, dr Abed Nego Ginting, Jumat, (25/5/2018) ternilai beralibi soal realisasi Biaya Operasional Kesehatan (BOK) yang dinyatakan selama 2 tahun anggaran hanya mengucur senilai Rp. 550.000.000, dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI.

Pasalnya, terkait item penggunaan kucuran bantuan dana yang dirincikannya pada tahun 2016 senilai Rp. 250.000.000, dan tahun 2017 sebesar Rp. 300.000.000, dr Abed menyarankan agar sajian pemberitaannya  ke publik dirangkai sesuai kehendak wartawan dan pegiat LSM. “Bagaimana pasnya gitu aja buat,” ujar dr Abed Nego Ginting, Jumat, (25/5/2018), melalui phone selulernya.

Padahal, tujuan penelusuran bantuan Pemerintah Pusat itu tidak lain guna penyeimbangan dugaan peredaran informasi miring  yang sebelumnya telah mencuat di tengah masyarakat Kecamatan Simpang Empat, Karo, termasuk dari  internal jajaran Dinas Keshatan Kabupaten Karo, dibawah kendali 3 (Tiga)  oknum Kepala Dinas sejak Tahun 2010 lalu yang kini manfaatnya tengah buah bibir warga.

“Saya jadi penasaran soal info dugaan penyimpangan penggunaan bantuan Kementerian Kesehatan RI yang mengaitkan dr Abed Nego Ginting selaku Kepala Puskesmas Simpang Empat. Karena, data yang kita kumpulkan sebelumnya seakan mengindikasikan tidak akurat jika dilirik dari pernyataan dr Abed. Padahal, dugaan tersebut tergolong kategori sesuatu yang cukup fatal dalam realisasi program.

Satu hal lagi, saya merasa risih memaknai kalimat yang diucapkan dr.Abed Nego yakni “Gimana Pas`nya”. Hal ini sangat perlu dijadikan bahan pertimbangan secara positif dalam menyikapi item-item dugaan penyimpangan di tubuh Dinkes Kab Karo, khususnya berkaitan realisasi BOK. Jadi jangan beliau salah nilai dan seenaknya beralibi suci, semuanya akan dikupastuntas tanpa ada batas.

Dugaan alibi berlagak suci ini harus kita antisipasi sejak dini, beberapa item yang sudah jelas dan akurat tidak bisa lagi ditolelir dengan dalih apapun. Apalagi wilayahnya itu masuk kategori area terdampak erupsi gunung api sinabung. Jadi, dalam hal ini, dr Abed Nego telah membuat pernyataan sikap yang terkesan dirinya sama halnya Malaikat,” ujar personil Tim 2 Jari, Jumat, (25/5/2018) di Kabanjahe.

Secara terpisah, salah seorang penasihat Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah (Tim ‘Baret Merah’), M. Ferry,S,  Jumat, (25/5/2018), ketika ditemui di sekretariat Tim`nya Jln Jamin Gintings Kabanjahe, menyatakan bahwa jika dikaji dari pernyataan dr. Abed, sewajarnya dinamika kesehatan warga di wilayah Kec Simp Empat, tidak seperti yang sedang ada di depan mata.

“Pernyataan dari seorang sosok dokter itu sepertinya terlalu klasik apalagi beliau selaku penyandang jabatan pimpinan pelayanan kesehatan masyarakat  di wilayah kecamatan. Itu terkesan ‘Sok Suci’ , saya berani pastikan kinerjanya sangat sarat penyimpangan, karena tipikal seperti itu mudah kita deteksi. Kalau cerita sektor kesehatan di Sumut, khususnya di Karo, tidak usah ceritalah.

Mestianya dokter itu bercermin dengan apa yang terjadi di lapangan. Apakah manfaat realisasi kucuran anggaran yang telah mengucur dari Kemenkes RI, termasuk dari APBD Karo dan pihak lainnya telah sesuai harapan rakyat.  Karena 17 Kecamatan di Kabupaten Karo sudah kita kelilingi bersama Tim dalam hal penelusuran beberapa item indikasi korupsi  yang dampaknya cukup serius.

Mengingat pernyataan dr Abed terkesan bermuatan menguji kebenaran, dengan tegas kami nyatakan “Kami Siap Untuk Membuktikannya” dan mempertanggungjawabkannya sampai keujung manapun. Beliau itu tidak sadar bahwa saat ini dia sedang duduk dan berdiri di gedung mewah serta dipenuhi resep bahan kimia yang pantas dipertanyakan. Baiklah, itu segera kita uji ,” tutup Ferry.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr Irna Sembiring, berkali-kali dikonfirmasi agar dapat duduk bersama membahas beberapa item dugaan penyimpangan anggaran oleh 19 dokter jajarannya (Kapuskesmas) yang tersebar di 17 Kec se-Kab Karo, selalu beralasan sibuk rapat dan sedang tugas khusus di luar. Alasan tersebut persis acting sejumlah Kapuskesmas lainnya.  (Red-01-Lamhot SP/Buns/Adi/Jul/Ketek/Buns).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *