Kapolri Tito Mampu Tangkis ‘Hujan Peluru’

Kapolri Jenderal Pol Drs H Tito Karnavian MA, P,HD, ketika diangkat sumpah jadi Kapolri. Foto / Tim Metropublika  : Friendly Situmorang Pande – SMP Neg 2 Kabanjahe.

METROPUBLIKA-TANAH KARO | Jenderal Polisi Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA. P.HD,
dinilai  merupakan sosok Kapolri yang mampu menangkis ‘Hujan Peluru’ dalam  melaksanakan
tugas sebagai “Pelayan”, “Pelindung” dan “Pengayom” Masyarakat, terutama dalam menyiasati
berbagai tantangan ‘maut’ yang belakangan ini muncul secara bertubi-tubi mengguncang NKRI.

Lamhot Situmorang Pande berfoto di salah satu asset Teroris yang telah dirampas pihak berwenang. Foto / Belta Sar Tarigan.

Multi trik yang dilancarkan pihak-pihak tertentu, tidak  sedikitpun mengulur nyali  dan mengubur
skillnya dalam menjalankan kewajiban yang diembannya. Setiap timbulnya  problem yang terbaca
ingin  melumpuhkan karirnya dari  tatanan kejahatan terstruktur, sosok Polisi yang sangat dikenal
pakar pencari jejak pelaku aksi kriminal khusus (teroris) itu selalu bertindak solutif dan sikap cool.

Ini dijelaskan Pimpinan Pusat  Lembaga  Swadaya  Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia
Sekretaris Koordinator Wilayah Sumut Dan Aceh (PP LSM KCBI Sekorwil Sumut & Aceh),Lamhot
Situmorang Pande, kepada sejumlah Wartawan, Minggu, (2/9/2018), di Sekretariat Korwil Sumut
Aceh KCBI, Jln Jamin Gintings, Gg Sawah, Lantai III No. 11, Lau Cih, Medan, Prov Sumatera Utara.

Menurutnya, Presiden RI Ke – VII, Ir. H Joko Widodo, dinilai tepat figur menentukan Kapolri yang
kental dikenal sebagai sosok Polisi tegas,lugas dan cerdas, diketahui berdarah Palembang Sumsel.
Tito juga dipridiksi cikal bakal figur yang mampu menerobos pembaharuan  system di tubuh Polri
dalam  peningkatan Tupoksi  Polri ke arah positif demi pencapaian iklim Kamtibmas secara  nyata.

Dikatakan, pridikasi itu muncul berlandaskan penilaian dan kajian dari berbagai fakta yang telah
diukir oleh Jenderal Pol Tito. Dikisahkan,  ada dua tahapan kesuksesan perjalanan tugas jenderal
Tito yang menurut Lamhot suatu keberhasilan berkat campur tangan Tuhan.  Bagi  julukan Lams,
hal itu  menjadi dasar pridiksi ke depan ditambah adanya muncul pertanda khusus yang  diyakini.

“Fakta kesuksesan luar biasa yang diukir pak Tito K untuk tahap pertama adalah pengungkapan
kasus dengan menangkap Hutomo MP alias Tommy Suharto, melalui Team Kobra yang dipimpin
Tito, pada Tahun 2001. Selanjutnya, pada 9 Nopember 2005,  beliau bersama Teamnya  berhasil
menggagalkan aksi teroris dengan menangkap Dr Azahari, di Batu, Malang,Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya, pada 2 January 2007, Tito dan Team kembali merangkai kesuksesan  pengamanan
konflik poso dengan menangkap 19 dari 29 orang pelaku dan Intelektual Deader (ID) peristiwa.
Pada 17 September 2009, sosok teroris Noordin Moch Top diketahui tengah mengembangkan
linknya ke beberapa wilayah NKRI, salah satunya, Tanah Karo,  diamankan Tito K di Solo Jateng.

Untuk tahap kedua, jelang Pilgub DKI dan Pilgubsu aksi penyerangan vulgar yang sulit diterima
akal  sehat  terjadi secara spontanitas hingga berujung hilangnya nyawa jajarannya. Selain  aksi
berkesan miris, gerakan-gerakan  tertentu  muncul  dari sisi khusus  yang diduga erat kaitannya
dengan sosok  yang mabuk kerajaan. Namun, syukur alhamdulillah, semua kondusif,” ujar Lams.

Dikatakan Lams,potret dinamika dua tahapan yang bermakna kesuksesan luar biasa bagi Tito K
tersebut,  dianggap  masih  membutuhkan  langkah – langkah spesial berupa upaya tindak lanjut
guna mengetahui faktor apa yang membuat masyarakat mudah terkontaminasi konsep doktrin
sehingga  bersedia  melakukan  hal-hal buruk bahkan rela  melepaskan jiwanya dengan ekstrim.

Metode Analysis Ofter Before,  sangat dibutuhkan dalam menyikapi prilaku unik masyarakat
belakangan ini. Karena penerapan konsep doktrin dapat tersalur secara  efektif  jika  objeknya
bagian dari kalangan korban-korban luka sosial, korban a buse of power dalam setiap problem
yang  pernah dihadapi jauh sebelumnya atau sesuatu baru saja dihadapi dalam fakta hidupnya.

Saya dapat menjelaskan sesuatu yang merupakan suatu kelalaian pihak terkait ini karena saya
bagian dari berbagai korban penerapan yang saya jelaskan diatas. Korban secara langsung dan
sering melihat korban langsung. Hal miris, kapolsek yang berbuat, dapat dibingkai jadi Kapolri
yang bertobat. Sesuatu yang menyakitkan, keplor  yang  salah  tapi Kapolri terpaksa mengalah.

Dalam kesempatan ini, saya sangat mengapresiasi upaya – upaya yang diterapkan Kapolri yth
Bapak Jenderal Pol Drs.H.Tito Karnavian MA, P. HD, yang telah berhasil  menangkis serangan
‘hujan peluru’ demi menciptakan  iklim kondusif baru-baru ini. Tapi,  saya infomasikan  bahwa
1 tahapan lagi merupakan serangan terdasyat, karena strategi yang dilancarkan level kandas.

Saya sangat berharap, agar seluruh yang terhormat para Kapolda,Kapolres di seluruh wilayah
tugasnya, berkenan melakukan pembenahan system dalam implementasi tupoksi guna target
pencapaian tahap ke tiga. Saya sangat yakin bahwa penerapan pendekatan persuasif terhadap
masyarakat merupakan system paling efektif di tahap ke tiga ini,”tukas pria berdarah batak ini.

Akhir perbincangan dengan Lamhot, dirinya berpesan bahwa penerapan metode pendekatan
persuasif terhadap masyarakat dengan sempurna telah pernah dilakukan figur Polri yang saat
ini diketahui bertugas di Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri, yakni, KBP.
Drs. Ricky F Wakanno. Sosok  Polisi  rakyat  yang diketahuinya sepanjang zaman adalah Ricky.

“Saya sadar, bahwa saya bukan pejabat penentu di negeri ini. Tapi saya sangat memahami akan
hak-hak dan kewajiban rakyat ketika kondisi negeri sedang mengalami hal guncangan internal.
Sepengetahuan saya, rakyat berstatus jelas (para legal-red), berhak memberikan refrensi bagi
pejabat-pejabat berkompeten di NKRI yang bersifat membangun serta memenuhi unsur logika.

Semoga secuil penjelasan ini dapat memberikan manfaat guna mewujudkan situasi NKRI yang
kita cintai ke arah lebih baik.Pada kesempatan ini, kami seluruh pengurus Pimpinan Pusat LSM
Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia Kordinator Wilayah Sumut dan NAD (PP LSM KCBI Korwil
Sumut Aceh) menyatakan sikap, Siap Mendukung Tugas Kapolri Dalam Penuntasan Masalah.!

Kami akan tetap komitmen dengan apa yang paparkan, karena kami sadari, tanpa terciptanya
Sinergi Masyarakat-Polri, maka, kami sangat yakini bahwa kondisi miris  NKRI  akan  semakin
meningkat dari sebelumnya dan hal itu sewaktu-waktu dapat terjadi secara spontanitas. Jadi,
kami peankan sekali lagi…Waspadalah, musuh ibarat musang berbulu domba,”    pinta Lamhot.
( Friendly Situmorang / Sudi Pasaribu / Devi Sembiring Milala / Belta Sar Tarigan / Rendy S )
 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *