Kadistan Karo “Tidak Takut” Penyelewengan Bantuan Kementan RI

Menteri Pertanian RI Membuat Peringatan Keras Terhadap Pihak Penyeleweng Segala Bentuk Bantuan Ke Rakyat Petani Indonesia, Saat Mendengar Keluhan Petani di NTB dan di Kabupaten Karo, Sumut, baru-baru ini. Sumber Foto Kompas.com /MP-Lamhot Situmorang/Pim “Tim 2 Jari”.

TANAH KARO-METROPUBLIKA |Penelusuran mencuatnya dugaan penyelewengan bantuan jenis bibit Jagung dan Pupuk Bersubsidi TA 2017 dan 2018 Kementerian Pertanian RI yang dikeluhkan sejumlah petani Jagung warga Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumut, mendapat tantangan serius bagi “Tim  2 Jari” dari Kepala Dinas Pertanian Karo, Sarjana Purba, SP.

Ini ditandai muatan pesan singkat (SMS-Red) dari Kadistan Karo dengan gaya bahasa daerah karo pada bulan lalu. “Sitik pe aku la mbiar (Bahasa Karo, Artinya : Sedikitpun saya tidak takut),” tulis Sarjana Purba, SP, bulan lalu kepada pimpinan “Tim 2 Jari”  yang terdiri dari Wartawan Metropublika, Aktifis LSM KCBI dan Relawan Jokowi (JPKP) yang menelusuri dugaan penyelewengan bantuan bibit jagung dan pupuk.

BACA JUGA —-Klik——> PENERIMA FIKTIF PUPUK SUBSIDI PETANI KARO TERKUAK

Sikap sepele Kadis Pertanian Sarjana Purba, SP  terhadap sejumlah warga petani jagung di seputaran Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara itu semakin mengindikasikan bahwa dirinya dan  jajaran disinyalir masih merasa dalam garis kebenaran walau fakta-fakta lapangan sudah menunjukkan adanya dugaan penyimpangan di tubuh Dinas Pertanian.

Pasalnya, upaya oknum aktifis LSM KCBI Karo, Dates Sinuraya untuk mendapatkan data penerima bantuan bibit jagung belum terealisasi. Dates mengaku telah dibola-bolakan Kadistan Karo Sarjana Purba dan Kabid bersangkutan di Dinas Pertanian Karo.  Sama halnya dengan sikap Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Desa Simolap Karo, Kecamatan Tigabinanga, Kab Karo.

Menurut Dates, sikap pleksibel Kepala Dinas Pertanian Karo menandakan seakan menyimpan sesuatu yang cukup fatal di tubuh dinas yang dipimpinnya.  Sebelumnya, kata Dates, Kadis telah menyarankan agar saya meminta data tersebut ke Kabid yang membidangi. Tiba-tiba Kabid menyatakan agar saya membuat suat resmi dari Lembaga hanya untuk data penerima jagung tersebut.

Anehnya lagi, ketika saya kembali menghubungi Kadis Pertanian justru jadi ngaur. Kadis Sarjana Purba, SP, mengaitkan data pupuk lagi. Sarjana menyatakan soal penebusan pupuk tergantung pengajuan RDKK, seakan data dalam Simluhtan yang diserahkan jajarannya sudah tepat. “Kalau masalah penyaluran pupuk bersubsidi  itu tergantung RDKK, paham?,” ujar Dates mengulangi Kadistan Karo, Minggu lalu.

Menyikapi pernyataan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Sarjana Purba, SP, Ketua LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Karo, Rudi Surbakti, kepada sejumlah wartawan, Minggu, (19/5/2018), mengaku pihaknya akan menuruti yang dipersyaratkan Kadis Pertanian guna mendapat data-data penerima jagung pada tahun yang lalu, khususnya Tahun 2016 dan 2017.

“Soal dia takut atau tidak itukan urusannya, bukan urusan kita. Kalimat seperti itu selayaknya tidak pantas terucap dari seorang figur publik kepada pegiat kontrol sosial yang hanya bekerja untuk mengupayakan hak-hak rakyat petani karo. Terus terang, kalau soal cerita takut, perlu dipahami Kadis Pertanian Karo, Sarjana Purba, SP, bahwa kami jajaran LSM Karo justru lebih tidak takut.

Kalau memang tidak takut serahkan saja  data-data penerima bantuan benih jagung itu, jangan cuma ngomong doang. Kalau hanya megalaskan Dinas Provinsi saja, tu sudah alasan pembodohan. Apakah ini yang namanya SKPD berkualitas yang katanya telah lulus uji kompetensi. Perlu diketahui, kata kunci beres atau tidaknya penyaluran bantuan benih dari Kementerian Pertanian RI itu ada pada Distan Karo.

Sah-sah saja beliau (Kadis) menganggap kami tidak paham soal pendistribusian bantuan Kementerian Pertanian RI itu selama ini, tapi dengan tegas saya jelaskan, bahwa sesuai data-data fakta lapangan yang kami temukan, Dinas Pertanian Kabupaten Karo justru lebih sangat-sangat bodoh karena telah mengikuti irama negatif Distan Provsu. Ini akan kami buktikan bersama Tim,” ujar Rudi. (Red-01-LSP/Firman HM).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *