Tim BM “Warning” Kadiskes Karo Dugaan Korupsi BOK

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Dugaan Korupsi BOK

 

Tim BM “Warning” Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Dugaan Korupsi BOK

Staf di Dinas Kesehatan Kabupaten Karo ketika menerima surat dan menandatangani ekspedisi surat keluar Tim Baret Merah yang ditujukan kepada Kadiskes Karo drg.Irna S S, M.Kes, menyangkut dugaan korupsi dana BOK. Foto MP/ Irwansyah Ginting (Kancil from Lau Cimba).

 

METROPUBLIKA | Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah (Baret Merah) terdiri dari
elemen masyarakat, aktifis LSM dan Wartawan serta sejumlah Pelajar dan Mahasiswa
termasuk Pemerhati Kesehatan Karo, Selasa, (6/3/2018), “Warning” Kadis Kesehatan Karo,
drg. Irna soal permohonan informasi.

 

Tim BM “Warning” Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Dugaan Korupsi BOK

Irwansyah Ginting Aktifis Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah (Tim Baret Merah), ketika memberikan keterangan kepada wartawan. Foto MP / Julman Sahri Selian.

Sikap peringatan itu muncul karena sampai saat ini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Karo
dibawah kendali Irna Safrina belum berkenan membalas
surat yang dilayangkan Tim Baret Merah bernomor : 256/Tim-BM.Sumut/KONF/III/2018,
tertanggal 1 Maret 2018, berkaitan kucuran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

 

Ini diutarakan Irwansyah Ginting (37) alaias Kancil, warga Kelurahan Lau Cimba, Kabanjahe, Karo, Sumut,
didampingi Mohammad Ralim Lubis, (38), warga Desa Ketaren, Kabanjahe, yang diketahui
keduanya adalah sosok Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah dan getol menyoroti
realisasi BOK selama 3 (Tiga) T.A.

 

“Ini sudah kelewat batas, sebelum kami melayangkan surat tersebut, sudah 5 kali kami bolak balik
ke Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karo niat memperjelas kucuran Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK), selama 3 tahun anggaran. Penelusuran itu kami lakukan karena sejumlah
sumber kita mengeluhkan sikap pihak Dinas.

 

Herannya, selama beberapa kali ke Dinas, Kadis Kesehatan selalu buang badan ketika kami
mengatakan bahwa niat ketemu tidak lain hanya ingin mempertanyakan kejelasan kucuran BOK.
Namun sikap pelayanan Irna beda dengan masyarakat yang lain (yang tidak menelusuri BOK),”
tegas Kancil diamini Mohammad Ralim.

 

Lanjutnya, para Tim kontrol sosial dari kalangan masyarakat itu menyatakan akan memperjelas roh
Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagaimana diatur UU No. 14 Tahun 2008.
Karena kami sadari, kata Kancil, bahwa uang yang dikelola
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo tersebut adalah uang rakyat.

Jangan Lewatkan :  Catut Kejari Karo Terlibat Proyek, Kasintel Minta Agar Dilaporkan

Lagi menurut Kancil, beliau memastikan bahwa kucuran BOK selama ini sudah menjadi
sasaran indikasi korupsi berjamaah yang cenderung jadi makanan empuk tiap kepala dinas.

Kelihatannya sepele, pungkas Kancil, tapi dirununt dari hasil investigasi tim, nilai
korupsinya sangat fantastis dan hal tersebut diketahui berdampak fatal.

 

“Kami sangat menyadari bahwa seluruh keluhan jajaran pihak dinas kesehatan itu, bermuara akhir bagi rakyat.
Tujuan Kemenkes sebagaimana tertuang dalam juknis BOK menjadi lif service semata, faktanya nol samasekali.
Justru itu, kami akan tetap menunggu jawaban secara transfaran oleh Kadis Kesehatan berkaitan dana BOK itu.

 

Sesuai aturan berlaku di internal ASN, pihak Dinas Kesehatan sudah sewajarnya atau sudah saatnya
membalas surat yang kami layangkan. Namun, karena beliau barangkali seorang dokter ipen
(dikter gigi-red) itu, sah-sah saja dia merasa ngilu sehingga mengabaikan aturan internalnya.
Tapi jangan coba-coba mengelak dari ayat dan pasal yang tertuang dalam KIP 14, pasti kami gugat,”
tutup Kancil dan Ralim.

 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, drg. Irna Safrina Sembiring, M.Kes, setiap
kali diupayakan konfirmasi ke ruang kerjanya berkaitan isi surat Tim Baret Merah tidak berhasil.
Sesuai pengakuan para staf nya, belakangan ini Kadis dinyatakan lebih sering merapat ke ruang
Bupati pasca masuknya surat dari Tim BM. (Red-01-L@ms/Tim BM/Tim Sus).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *