Harianta SM Diduga ‘Kuras’ Oknum Korban Narkoba

MENUNGGU AKSES KOMUNIKASI
Ketua Satuan Pelajar Dan Mahasiswa LSM KCBI yang juga oknum aktifis GMNI, Aditya Armi Yudha Tarigan Girsang, saat menunggu akses koneck komunikasi Harianta SM di depan Panti Rehab M-PLUS II, Sabtu, (22/9/2018). Foto | Beltasar T Girsang, Singa Nari.

METROPUBLIKA – TANAH KARO | Oknum pengelola Panti Rehabilitasi M-PLUS III KABANJAHE, Harianta SM, (30) warga Desa Batukarang-Kabanjahe, diduga keras ‘menguras’ korban peredaran Narkoba jenis sabu, inisial Andinata Gtg (31) warga Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Warga tetangga Panti Rehabilitasi M-PLUS III Kabanjahe, Tarsim Sembiring (Pak Lia), menunjuk spanduk yang ada didalam ruangan Rehab. Foto | Targer Tarigan Girsang.

Pasalnya, oknum Harianta SM selaku pengelola Panti Rehab di seputaran Jl Irian, Kabanjahe, Kabupaten Karo tersebut diinformasikan ‘menguras’ puluhan juta dari tersangka Andinata G dengan dalih sebagai pelicin dan segala  sesuatunya di instansi-instansi terkait. Salah satu modus dugaan menguras adalah mengurus “PB” dari Rutan.

Hal ini dikemukakan sejumlah sumber kepada Metropublika, Sabtu, (22/9/2018), sekira pukul 10.00 Wib, di Jln Jamin Gintings Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut. Dikatakan, seluruh pengurusan sejak tertangkapnya Andinata Gtg, telah ditotalkan menelan biaya sebesar kurang lebih 50 jeti, namun untuk Persyaratan Bebas saja, Harianta SM minta 10 jeti.

Lanjut sumber, dirinya mengherankan harus sebanyak itu untuk mengurus segala keperluan korban Narkoba yang nota bene sampai saat ini terkesan bertele-tele. Menurutnya, seluruh korban peredaran narkoba dipastikan tidak akan bisa pulih sempurna jika hanya  bertolak ukur pada kebutuhan pribadi oknum berwenang.

“Kalau itu juganya yang dijadikan tolak ukur, yah sudah pasti sama dengan lah. Katanya peduli korban edaran narkoba di NKRI jenis sabu, tapi faktanya berlaku juga istilah ‘MENGURUS’ yang nyatanya beralih jadi ‘MENGURAS’. Sudah podo wae juga `lah.Kalau bebas terpaksa berfikir dan bekerja keras lagi untuk mengembalikan pengeluaran yang sebelumnya.

Inilah yang sering disebut-sebut M.B.A itu, Massam Betul Aja atau Musang Berbulu dombA. Katanya dia seorang figur yang bakal turut bertindak untuk penyelamatan bangsa dalam negara dengan mendirikan Panti Rehabilitasi berbasis sosial, tapi patokannya segi empat juga. Mirisnya, oknum penyelamat malah jadi penghianat.

Sebenarnya, disinilah perlu peran kontrol sosial itu menentukan sikap kebijakan, baik dari kalangan Pers, LSM termasuk para tokoh agama dan masyarakat dengan analysis yang cepat, tepat serta bermanfaat bagi rakyat. Kalau memang ada muncul sosok-sosok yang M.B.A, harus disegerakan cuci habis,” ujar sumber sembari mengaku kesal akan sikap HSM.

Lanjutnya, dari hal itu, sumber juga berharap agar rekan-rekan kontrol sosial bersedia menelaah keabsahan area Panti Rehab M-PLUS III Kabanjahe. Dikatakan, jangan-jangan panti itu merupakan Panti jadi-jadian hanya ingin jadi modus semata agar bisa praktek putar memutar jurus maut dengan oknum pejabat tertentu saja, karena faktanya sudah riil.

Sekedar informasi, Andinata Gtg (31) dkk diamankan Petugas Sat Narkoba Polres Tanah Karo, pada Selasa, (3/7/ 2018) sekira pukul 11.00 Wib, di Komplek Perumahan Teluk Bayur Jln Samura, Kabanjahe, Karo, Sumut. Dalam penangkapan, banyak hal-hal menuai alur cerita menarik yang diduga kuat erat kaitannya dengan Iklim Politik.

Smentara itu, oknum pengelola Panti Rehab M-PLUS III Kabanjahe, Harianta SM, hendak dikonfirmasi sejumlah kontrol sosial di Tanah Karo, Sabtu, (22/9/2018) sekira pukul 11.37 Wib, karena yang bersangkutan diduga kuat tidak berada di lokasi Panti Rehab`nya, sehingga konfirmasi sebagai tindaklanjut informasi tidak berhasil walau penerapan konfirmasi alternatif via phonesel sudah dilakukan. (Red-01/BTSinga Nari/Armi Yudha/Rendy/Tim Sus-Mitra Sejati KOMANDO).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *