Gedung Kesenian Karo Jadi ‘Rumah Hantu’?

METROPUBLIKA |TANAH KARO – Kondisi gedung kesenian di area Open Stage Taman Mejuah-Juah Berastagi, sangat memprihatinkan. Aset Pemkab Karo bernilai milyaran rupiah yang dikelola Dinas Pariwisata Karo terlihat kumuh serta sebagian fisik bangunan terbuat dari kayu sudah lapuk sehingga persis ‘rumah hantu’.

Kondisi gedung terpantau, Kamis (11/11) saat pembukaan Pesta Bunga dan Buah di Open Stage Taman Mejuah-Juah Berastagi, Karo. Bangunan yang sejatinya sebagai wadah penampung berbagai karya seni di karo itu sempat menarik perhatian para pengunjung pesta bunga dan buah khususnya yang datang dari pedesaan dan luar Tanah Karo.

“Sayang sekali bangunan semegah ini dibiarkan lapuk dan kumuh. Baru ini aku lihat bangunan pemerintah di pusat kota sengaja ditelantarkan. Terlebih-lebih kota yang masuk kategori Daerah Tujuan Wisata (DTW). Saya tidak menyangka bangunan mewah ini berujung prihatin, padahal biaya kesini cukup tinggi,” ujar Mahasiswa USU asal Berastagi.

Sedikit beda dengan pernyataan anggota karang taruna dari Kecamatan Mardingding, Karo, R Br Ginting (21). Dikatakan, dirinya terkejut mendengar suara desis dalam gedung ketika menuju toilet yang letaknya tidak jauh dari bagian sisi kanan gedung. “Terkejut kali tadi saat mendengar suara-suara aneh dalam gedung,” ujarnya.

Wanita berparas manis itu menuding gedung tersebut telah dihuni mahluk halus akibat pembiaran kumuh. Gadis desa itu sempat mengoceh menyayangkan sikap pemerintahan karo termasuk pihak Komisi B DPRD yang minim menjalankan tupoksi seutuhnya. Beliau juga mencurigai bahwa kondisi gedung dilandasi praktik indikasi korupsi.

Sementara Kadis Pariwisata Kabupaten Karo Dinasti Sitepu ketika dikonfrimasi Metropublika.com, Kamis (12/11) tidak berhasil. Sejumlah sumber mengatakan bahwa Kadis sedang sibuk urusan prosesi pesta bunga dan buah yang dianggap pemerintahan karo (Eksekutif dan Legislatif) suatu kegiatan penunjang meningkatnya minat wisatawan ke objek DTW Karo. (RED-02/PU-01/MP)

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *