Dugaan Penadah CPO Terpelihara di Karo

“TEPAT SELFI”
Tim Wartawan Metropublika foto selfi di area Inti Sawit yang dibeli dugan penadah, Sabtu, (28/4/2018) di seputaran Desa Garingging,  Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumut.

TANAH KARO-METROPUBLIKA |Dugaan aksi penadah Crude Palm Oil (CPO) dipimpin tuan besar “Simbol-on”ex Pm bermarkas di seputaran Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo,Sumut, diduga kuat peliharaan oknum petugas berwenang disinyalir demi memenuhi tuntutan kemewahan keluarga tercinta Sibayak Siji.

AMATI
Personil Tim 2 Jari, saat mengamati wadah penampung Crude Palm Oil (CPO-Warna Kuning), Sabtu, (28/4/2018), di seputaran Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumut. Foto Metropublika / FIRMAN HM.

Faktanya, aksi grilya dugaan gembong penadah dan sawit inti tersebut terpantau mulus selama kurun waktu bertahun-tahun di Tanah Karo. Herannya, proses sebutan istilah ‘Kencing CPO’ sekaligus transaksi uang dilakukan secara terbuka di lokasi itu. Padahal, lokasi gudang dugaan gembong penadah hanya berjarak  3 KM dari Mapolsek.

Hal ini diungkap salah seorang supir truk kayu mengaku mantan supir truk CPO, Raja Altup Hutajulu (39) dan supir dua nya, Gomak Manurung (50), bersama supir truk lainnya, Radu Mundur Tarigan (25), Horus Situmorang (46), kepada kru Metropublika, Jumat, (20/4/2018), di warung istrahat supir seputaran Desa Merek Kab.Karo.

Para supir truk itu membenarkan aksi dugaan gembong penadah seperti yang dibeberkan sejumlah sumber lain kepada sejumlah wartawan dan aktifis pemerhati kriminal di Karo. Menurutnya, tanpa adanya jalinan komunikasi efektif antara oknum mafia dengan pihak-pihak berkompeten, hal itu dipastikan segera gulung tikar dari TKP.

“Kalian lanjuti dululah fakta lapangannya, nanti dikatakan pulak berita Hoax, karena kalimat Hoax ini sudah fenomenal belakangan ini di NKRI. Tapi jangan silap, oknum-oknum yang cerdik khususnya para pelaku illegal justru menafaatkan situasi Hoax ini demi septinya usaha illegalnya. Jadi, cek dulu TKP nya,” ujar Altup Hutajulu.

Ketika hal ini ditindaklanjuti , Sabtu, (18/4/2018), sekira pukul 11.00 Wib,  informasi soal aksi  istilah ‘Kencing CPO’ di Desa Garingging, Kecamatan Merek, Karo, yang ditampung oknum Simbol tersebut ternyata benar adanya. Lokasinya cukup strategis, karena gudang penyimpanan dugaan bahan tadahan persis di pinggir jalan.

Rangkaian permainan antara supir truk CPO yang diduga sebagai pelaku pencuri dengan setiap oknum personil dugaan gembong penadah terpantau cukup profesional. Alasannya, aksi illegal yang disebut-sebut beromzet  mencapai ratusan juta rupiah per hari itu tidak hanya pada malam hari seperti sebelumnya, tapi, siangpun beroperasi.

Oknum Dugaan Kepala Bidang Gembong Penadah CPO dan Inti Wilayah Karo, Simboll-On (Ex Military Police), ketika diwawancarai, Sabtu, (28/4/2018), di Jambur Rudang Mayang, Jln. Jamin Gintings Kabanjahe, Kabupaten Karo, sontak mengatakan bahasa memeras. “Mau meras kalian ya,” ujar Simbol-on kepada sejumlah Wartawan.

Sementara, Kapolres Karo, AKBP Benny Hutajulu ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu, (28/4/2018), via pesan singkat phone selulernya (SMS-Red), terkait kebenaran dugaan telah menerima ‘fee’ dari oknum diduga Kepala Bidang Penadah CPO Dan Inti Sawit sehingga penadahan  berlangsung mulus, tidak dibalas walau SMS telah ditandai informasi terkirim.  (Firman HM/Julman S Selian/Tim Sus).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *