Dinkes Karo “Basmi” Nyamuk di Gedung KNPI


TANAH KARO-METROPUBLIKA | 
Dinas Kesehatan Kabupaten Karo melalui Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Rabu, (31/1/2018), membasmi sarang serangga diduga jenis nyamuk Aedes Aegypti, di Gedung KNPI Jln Pahlawan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Basmi Nyamuk di Gedung KNPI

Tim Petugas Fogging Dari Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Diabadikan di Halaman Gedung KNPI dan Gedung Dinas Kearsipan Kabupaten Karo. Foto MP / Imanuel Sinurat (Gono).

 

Kegiatan pembasmian serangga berbahaya itu berupa penyemprotan asap dari zat kimia “Seroni”
campur Solar (semprot- Fogging) oleh sejumlah petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Karo,
dipimpin Kabid P2PL, G Singa, dibawah kendali dan monitor Drg. Irna Safrina Sembiring
selaku Kadis Kesehatan Karo.

 

Aksi penyemprotan dilakukan pada bagian genangan air yang ditemukan di seputaran gedung KNPI,
baik yang tertampung wadah dan yang tergenang di sisi permukaan tanah. Hal itu dilakukan guna
mengantisipasi gigitan nyamuk yang terdeteksi berbahaya demam berdarah terhadap warga sekitar.

 

“Pelaksanaan ini atas arahan pimpinan yang mana beberapa hari sebelumnya hasil survey tim P2PL di area
ini kita laporkan ke beliau (Kadis Kesehatan). Selain di lokasi ini, kita bakal memantau dan menyurvey
area permukiman lainnya yang dinilai rawan sarang nyamuk berbahaya DBD,” ujar Kabid.

 

Sementara itu, salah seorang warga yang bermukim di lokasi Gedung KNPI merupakan Ketua LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Karo, Rudi Surbakti, kepada Metropublika, Rabu, (31/1/2018), mengaku mengapresiasi konsep pelaksanaan Fogging pihak Dinkes di wilayah tersebut.

 

“Kita sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih banyak atas kegiatan fogging oleh pihak Dinkes ini.
Hanya saja, kita juga berharap agar pelaksanaan yang sama turut dilakukan ke area
permukiman lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Karo, terutama area yang pernah mengalami DBD”
.

 

Untuk mengetahui data tersebut, saya kira tidak begitu susah dan terlalu repot untuk penentuan
sasaran prioritas wilayah survey guna pelaksanaan fogging.
Dinkes dapat berkordinasi dengan pihak RSU Kabanjahe dan Puskesmas di 17 Kecamatan untuk mengetahui data-data korban DBD sebelumnya.

 

Dalam hal ini, yang menjadi persoalan utama adalah biaya dan tatanan pelaksanaannya. Apakah metode itu sudah pernah dirancang dan diajukan ke legislatif guna kepentingan warga sirulo. Karena action seperti ini tidak lagi janggal khususnya di lingkup Dinas Kesehatan seluruh NKRI,” tutup Rudi.

Baca juga :

Hasil Tani Pengungsi Sinabung Butuh Perhatian Pemerintah

Salah seorang aktifis Pemuda Pancasila (PP) Kabanjahe, Baginta Purba (45), yang pada saat itu turut menyaksikan kegiatan Fogging Bidang P2PL Dinkes Karo di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jln Pahlawan Kabanjahe. Menurut Purba, implementasi P2PL sangat perlu dukungan.

 

Informasi otentik dari elemen masyarakat, baik perseorangan maupun wadah kepemudaan termasuk NGO
seperti LSM insan pers sangat diharapkan guna mewujudkan berbagai program P2PL yang kita ketahui
sangat erat kaitannya dengan konsep penataan lingkungan permukiman.

 

Namun dibalik itu, Pemerintah dan Pemerintah Daerah termasuk pihak ketiga juga diharapkan memberikan informasi yang konstruktif terkait program P2PL beserta sumber anggaran, sebagai wujudnyata sikap “Transfaran” sehingga  masyarakat tidak larut gagal faham P2PL,” ujar Ginta tersenyum. (Imanuel Sinurat /Red 01-L@ms).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *