Di Karo, “Tim 2 Jari” Bongkar Jual Beli Bantuan Kementan RI

DITIPET
Kemasan 1 Kg Benih Jagung Bantuan Pemerintah Berlogo “TIDAK DIPERJUAL BELIKAN” ditipet (Kanan) diduga untuk mengkelabui masyarakat petani. Foto MP | Firman HM.

TANAH KARO-METROPUBLIKA |”Tim 2 Jari” terdiri dari LSM Kemilau Cahaya Bangsa Inedonesia (LSM KCBI), DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP-Ex Jokowi Presidenku), Wartawan/ti Metropublika, Selasa,   (22/5/2018),temukan benih Jagung bantuan Kementan RI diperjualbelikan dibeberapa toko seputar Tanah Karo .

CHEK KUALITAS
Ketika Tim melakukan pengecekan benih jagung dalam kemasan 1 Kg jenis H P32 dan P35. Foto MP | Firman HM.

Benih jagung yang diketahui merupakan bantuan Kementan RI pada tahun 2016 itu Jenis Hibrida P32 dan P35 didalam kemasan 1 Kg.Peningkatan penelusuran itu dilakukan mengingat banyaknya warga Tanah Karo terutama warga wilayah Kecamatan Tigabinanga mengeluhkan metode penyaluran bantuan diduga sarat penyimpangan.

Salah satunya warga Desa Simolap, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Warga sekitar ini, mengeluhkan tidak tersalurnya bantuan Kementan RI didasari adanya kebijakan pihak aparatur desa bekerjasama dengan Dinas Pertanian Karo menerapakan konsep pendistribusian system bagi rata.

Di daerah lain, seperti wilayah Kecamatan Kuta Buluh dan Tiganderket, Karo, Sumut, masih ditemukan bantuan benih jagung dalam kemasan 1 Kg yang disinyalir minim kualitas sehingga banyak warga yang bangkrut karena hasil komoditi anjlok total 60 %. Akibatnya, petani jagung di karo diperkirakan rugi total selama 2 tahun akhir-akhir ini.

Hal ini diungkap “Pimpinan Tim 2 Jari” Lamhot Situmorang Pande merupakaN Sekretaris LSM KCBI Kabupaten Karo, Waka DPD JPKP Kabupaten Karo, didampingi Ketua DPC JPKP Kuta Buluh Simole, Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo, Kawar Sembiring, Ketua LSM KCBI Kabupaten Aceh Tenggara (NAD), Julman Syahril Selian.

Selanjutnya, Ass Manager Investigasi LSM KCBI Kabupaten Karo,Dates  Sagita Sinuraya dan Sekretaris Daerah (Sekda) JPKP Kabupaten Karo, Dra. Rosmitha Gintings, Selasa, (22/5/2018), di Sekretariat DPD JPKP Kabupaten Karo,  Sumut Jln Kampus UKA Kabanjahe. Dikatakan, aktifitas itu dilakukan berdasarkan arahan Ketum masing-masing berkantor di Jakarta .

“Aktifitas yang erat kaitannya dengan keperluan masyarakat petani ini berawal dari munculnya keluhan rakyat di Sumut khususnya di Karo soal indikasi penyimpangan penyaluran bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementan RI. Atas dasar itu, masing-masing pimpinan pusat dan provinsi lembaga sosial yang kami naungi ini menyupport  agar lebih fokus menuntaskan keluhan rakyat.

Ketua Umum (Ketum) JPKP Pak Samuel dan Bendahara Umum (Bendum) JPKP, ibu Herlina P,serta Ketua Umum LSM KCBI PAK Joel B Simbolon S.Kom, berkantor dan domisili di Jakarta,termasuk Ketua PW JPKP Sumut bapak Trianto Sitepu SH dan Ketua PW LSM KCBI Sumur Pak Oliver Sirait SH, juga Pemimpin Redaksi Metropublika.com  komitmen peduli petani Indonesia dan berbagai keluhan rakyat lainnya.

Komitmen kebersamaan dalam membela kebenaran konsep-konsep yang diterapkan bapak Pembina JPKP Ir. H. Joko Widodo, tertanam penuh bagi kami serta komitmen mengimplementasikannya dengan wujud kerja yang nyata serta bermanfaat bagi sesama. Perlu digarisbawahi,  konsep sosial monitoring ini, tidak ada kaitannya sedikitpun dengan tatanan politik seperti saat-saat ini,” ujar Lamhot diamini Kawar dan Rosmitha.

Perlu kami sampaikan, lanjutnya, bahwa konsep yang kami terapkan merupakan kebijakan yang kami bingkai di Daerah tanpa mengabaikan tatanan yang tertuang dalam AD/ART masing-masing lembaga. Metode sinergi ini kami lancarkan bukan semata berkeinginan memenjarakan seseorang ataupun kelompok yang diduga telah melakukan kesilapan dan kesalahan.

Masih kata Situmorang, tapi “GOL UTAMA” Tim 2 Jari adalah merealisasikan hak-hak rakyat  dengan metode khusus. Dikatakan, penerapan system dengan memenjarakan seseorang yang diduga bersalah merupakan urut Nomor terakhir dalam program yang dilancarkan. Namun, putera dari mantan politisi PDI Perjuangan wilayah Kecamatan Mardingding Karo itu masih merahasiakan istila “Metode Khusus” yang diterapkannya.

“Mohon maaf buat rekan-rekan karena sampai saat ini kami belum bisa mengungkap seperti apa wujd konsep “Metode Khusus” yang kami lancarkan. Namun dalam waktu dekat kami akan membukanya lebar-lebar seperti system yang kita terapkan. Karena, masih banyak lagi yang harus kami ungkap, seperti Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung, Dunia Pendidikan, Dunia Kesehatan,  pokonya banyaklah.

Namun, dalam kesempatan ini kami sangat berharap agar pihak Kepolisian RI dalam hal ini Polres Tanah Karo, sangat diharap senantiasa memperhatikan konsep-konsep yang kami terapkan, terutama sisi keamanan. Pada intinya, “Tim 2 Jari” sedikitpun tidak ragu dengan rintangan yang menghadang. Tapi sangat diragukan jika muncul ledakan-ledakan kecil, kecuali  LEDAKAN BOM ATOM  yah kita persilahkan,” ujarnya lagi.

Disinggung arah dan muara barang bukti jagung kemasan 1 Kg jenis Hibrida P32 dan P35 yang sudah ditangan Tim nya, Lamhot dan Kawar Sembiring berkilah, pihaknya akan menjelaskan setelah menerapkan “Metode Khusus” yang telah dirancang matang mereka. (Wapemred : Ferry S/Firman HM/ Josi/Hendra G/Ketek Psopera Elfarida Nur Stp).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *