Ai`ai BD Judi Dracula ‘Bantai’ Warga Karo

Andi (1,5 Tahun), turut berlari mengintip penyiksaan ayahnya Joni dan Anggy oleh Aiai alias Handoko bandar judi jackpot dracula. Foto Doc Metropublika | KCBI | JPKP-

METROPUBLIKA-TANAH KARO | Ai`ai alias Handoko (28) warga Medan Polonia, Bandar Besar ( BD-Big ) Judi Mesin Jackpot Dracula (Tembak Ikan), dituding  siksa dan peras warga karo , yakni Joni Goh P, (35), Rany Maha Raja (21) dan sahabatnya Anggy (17), Kamis, (02/08/2018), sekira pukul 10.45 Wib, di rumah kontrakan korban, Jl Meriam Ginting Gg Purba, (Bengkel Edy) No.04, Kabanjahe, Kab Karo, Prov Sumut.

 

MELAPOR & KONFIRMASI
Joni dan Anggy korban sadis bandar judi jackpot dracula ketika membuat pelaporan ke Mapolres Karo (Kiri) dan ketika memberikan pernytaan kepada sejumlah aktifis LSM dan Wartawan. Foto Doc Metropubl;ika | KCBI | JPKP.

Aksi sadis Ai`ai dan 3 (Tiga) kawanan  kelompoknya dari Medan terhadap Joni dan Anggi disaksikan Istrinya Rani Maha Raja, dan anak akndungnya, Andi (1,5), serta adik iparnya Lola P Maha Raja (19). Namun,  jeritan para korban lepas dari perhatian  warga sekitar mengingat  pintu rumah  langsung dikunci rapat oleh diduga kelompok BD Jeckpot.  Akibatnya, Aiai dkk berhasil memboyong uang senilai Rp.36.000.000, ke Medan.

 

Ini diungkap Joni Goh P, didampingi istri dan anaknya serta keluarga, kepada sejumlah wartawan, Selasa, (7/8/2018), di rumahnya Jln Meriam Ginting Gg Purba (Bengkel Edy) No.04 Kabanjahe. Dikatakan, awalnya dirinya tidak menyangka bahwa  peristiwa naas yang dialaminya itu bakal terjadi,  mengingat  pihak yang mengetuk pintu rumahnya merupakan orang yang sebagian dikenalnya sehingga tidak menimbulkan curiga.

 

Namun, begitu kelompok Ai`ai masuk kedalam rumah, kata Joni, beliau ( Aiai) langsung mendobrak pintu kamar hingga Joni terbangun dari tidurnya. Dijelaskan, saat dirinya mendekat ke Geng Aiai, Joni langsung ditanyai keberadaan Anggi sembari melayangkan pukulan ke bagian wajahnya. Menurut Joni, pukulan tidak sebatas disitu, sembil dirinya beranjak dari kamar tidurnya, sekujur tubuhnya dikadoi pukulan rekan Aiai.

 

“Begitu Aiai mendorong pintu kamar, dia menanyakan Anggi dan menanyakan apakah saya pernah ke Desa Kuta Rakyat Kec Namanteran, Karo. Belum saya jawab, Aiai dan kelompoknya langsung membogem wajah saya berkali-kali dibantu tendangan bernama Anton (Mekanik Jackpot) dari Medan hingga saya jatuh di lantai rumah. Walau saya sudah terkapar di lantai, salah seorang kelompok Aiai masih memijak sisi perut saya.

 

Sementara, kawan saya  Anggy warga Jln Mesjid Lau Cimba, Kabanjahe, Karo, langsung  diremukkan  dengan cara yang lebih sadis lagi. Tanpa  basa basi, tangan Anggy dipatahkan Aiai dan kelompoknya. Walaupun  kami sudah minta ampun, Aiai dkk  lanjut membogem sambil menanyakan keberadaan Nico Ginting (17), warga Jln Nabung Surbakti, Gang Purba, Kabanjahe (dikenal warga merupakan putera dari Alm. pak Adar).

 

Pada saat itu, Aiai alias Handoko menegaskan, kalau Nico Ginting tidak ditemukan, maka, saya akan dibawa ke Villa`nya untuk dijadikan tumbal. Saat itu juga, salah seorang kawanan Aiai menunjang perut adik istri saya Lola P Maha Raja (19), hingga berlutut. Tidak sebatas itu, saat aksi keganasan grup Aiai, dari antara mereka juga menonjok tangan mamak Andi (Istri saya), pokonya sadislah bang,” ujar Joni Goh P raut sedih.

 

Lanjutnya, aksi ‘bantai’ Aiai  grup  tersebut memicu anaknya  Andi yang masih berusia 1,5 Tahun hingga menjerit histeris dan sampai saat ini terlihat seperti trauma. Dikisahkan, sebagai akses selamatnya Joni dari cengkraman Aiai Grup, pada saat itu juga, Joni dan istri menyerahkan uang  sebesar Rp. 36.000.000, yang dinyatakan Handoko (Aiai) bentuk jaminan sebelum Nico Ginting (Putera Alm. Adar) diserahkan ke Aiai.

 

Dimata  Joni  dan rekan-rekannya yang lain, putera Alm. Adar yang diketahui salah satu pekerja Aiai dan dikenal seluruh warga cukup baik, sehingga Joni dan keluarga memilih melaporkan peristiwa tersebut sebelum adanya hal-hal peristiwa negatif bagi Nico Ginting selaku warga Karo Simalem. Joni juga mengakui  kekhilapannya dengan sahabatnya Nico telah menggunakan coin Jackpot Dracula beberapa hari yang lalu.

 

Namun, menurutnya, sekalipun ada kesilapan-kesilapan karyawan, seorang pimpinan  mestinya  tidak harus melakukan hal-hal berkesan diambang pembunuhan. “Mengingat kondisi sudah terlalu  jauh dari  rel logika, maka  dari hal itu, demi menjamin jiwa, saya dan telah menyerahkan permasalahan ini ke beberapa elemen terkait, terutama  ke Mapolres Karo, sesuai Surat No. LP/  629/VII/2018/RES/T.Karo, Tertanggal 4 Agustus 2018.

 

Saya sadari, bahwa saya juga bukan manusia yang suci dan bukan yang  sempurna dibandingkan dengan rekan yang lain, justru itu, saya sangat harapkan, semoga dengan  penempuhan jalur hukum ini, semuanya  dapat indah seperti yang kita harapkan. Semua  ini terjadi  tidak lepas karena  keadaan, semoga keadaan  bermuara harapan kebaikan,” ujar Joni sedih di hadapan anak dan istrinya serta kelurga termasuk sejumlah kotrolsosial.

 

Menyikapi situasi, Aktifis Kordinator LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Wilayah Sumut Dan Aceh dan DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah  (JPKP)  Kabupaten Karo, Lamhot Situmorang Pande, Rabu, (08/08/2018), kepada sejumlah wartawan,  mengatakan  bahwa  sejak 2 (Dua) bulan lalu, dirinya telah memberikan  refrensi  terhadap Kapolsek Simpang Empat dan Kanit soal situasi Judi Jackpot di Area terdampak Erupsi.

 

“Sudah lebih dari 3 kali  saya  memberikan  informasi berupa refrensi kepada Kapolsek Simpang Empat, Kab. Karo, AKP Nazrides SH,  serta  Kanit  Reskrim  Polsek Simpa Empat,  Aiptu Polisi Solo Bangun, soal  kelangsungan  berbagai bentuk aktifitas judi di area terdampak erupsi gunung sinabung. Namun,  mereka  menganggap informasi yang saya terima dari pihak-pihak tertentu dari Jakarta dianggap sepele.

 

Nah, sekarang sudah terjadi hal-hal diluar dari harapan masyarakat karo berkaitan suatu tindakan yang tidak logika dan sangat janggal didengar, sejauhmana tanggungjawab Kapolsek Simp  Empat  terhadap  situasi ini. Wajarnya  warga  karo layaknya  dibantu  dari  sektor manapun, tapi faktanya, setelah uang dihisap, sedikit silap, lalu diembat. Paling sadis, cari lagi Nico Ginting, saya ulang Ginting sampai dapat, setelah patahkan tangan Anggy.

 

Perlu  saya jelaskan, bahwa sesungguhnya apa yang  saya  sarankan  tidak lain  berupa amanah dari pihak-pihak tertentu yang  tujuannya  demi  kekondusifan  suasana. Dalam  hal  ini, Kapolres Karo, Bapak  AKBP  Benny Hutajulu, SH, diharap mampu  mengkondusifkan  situasi  rancu ini, karena pihak  korban telah menyerahkan peristiwa yang dialaminya kepada LSM KCBI dan JPKP secara resmi,” pinta Situmorang. (RED-01-Metodius/Rendy Sinuraya/pur/Timsus & Mitra Komando).

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *